Dishub Kota Yogyakarta: Uji KIR Gratis Masih Minim Peminat

MENGECEK: Petugas saat melaksanakan Uji KIR kendaraan di Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Sejak awal bulan lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta telah memberlakukan pengujian kendaraan bermotor (KIR) secara gratis. Namun, minat masyarakat terhadap layanan ini masih minim, meski setiap hari memberikan 120 kuota kendaraan.

Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Yogyakarta Bayu Setyawan Heru Purnomo mengatakan, pada Januari 2024 lalu jumlah kendaraan yang mendaftar uji KIR lebih sedikit dari sebelumnya.

“Di Januari 2023 jumlahnya sebanyak 742. Sedangkan, pada Januari ini malah menurun hanya ada 684 masyarakat yang mengikuti KIR gratis ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Pastikan Kualitas Hewan Kurban, DKPP Bantul Lakukan Pemantauan

Menurutnya dengan layanan KIR gratis ini respon masyarakat sangat positif. Sehingga memperkirakan sepinya minat uji gratis ini, sebab masih banyak yang belum mengetahui informasinya. “Memang jumlah kendaraan yang uji sebulan ini belum signifikan, tapi tetap optimis bisa membuat banyak masyarakat terbantu,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi terkait adanya layanan KIR gratis, baik melalui online maupun offline. Salah satunya dengan menyurati setiap instansi Pemkot Yogyakarta jika ada layanan itu. Sehingga setiap perangkat daerah yang memiliki kendaraan wajib uji agar langsung mendaftar pengujian.

Baca juga:  DKPP Bantul Berharap Lahan Wedi Kengser Berproduksi Maksimal

“Pengujian ini salah satu sarana teknis menjaga keselamatan bagi pengendara, sebagai penjaminan kecelakaan dari sisi teknis. Dengan adanya uji KIR gratis ini, sudah bukan alasan lagi tidak melakukan uji. Karena sangat mendukung tingkat keselamatan, sehingga angka kecelakaan bisa turun,” pungkasnya.

Meski sudah gratis, pihaknya memastikan bila pelayanan maksimal tetap akan diberikan, mulai pukul 08.00-14.00. Dengan mendaftar di menu KIR online atau Si Regol pada aplikasi Jogja Smart Service (JSS).

“Kami harap masyarakat lebih antusias untuk menguji kelayakan kendaraannya. Serta bisa selalu tertib melakukan pengujian setiap enam bulan sekali,” pungkasnya.(riz/sam)