BANTUL, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta akan menambah tiga Early Warning System (EWS) aliran anak sungai. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi banjir, sehingga masyarakat dapat lebih siap siaga.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan, pada 25 Februari lalu terdapat curah hujan tinggi yang mengakibatkan aliran Sungai Belik mengalami peningkatan. Meski begitu, EWS otomatis yang sebelumnya pernah trouble bisa berfungsi normal.
“Saya kira ke depan akan ada (penambahan) EWS otomatis di tiga sungai aliran anak sungai, seperti Kali Buntung, Tekik, dan Widuri. Nanti yang sering meluap akan kita pasang EWS otomatis. Kali Buntung, Widuri, dan Tekik karakteristiknya seperti Kali Belik,” ungkapnya
Nur menambahkan, EWS otomatis itu akan berbunyi saat indikator ketinggian sungai sudah merah. Hal itu terjadi di Kali Belik saat hujan lebat dan ketinggian air naik, di mana EWS langsung berbunyi.
Sedangkan untuk EWS manual, harus dilakukan pemantauan ketinggian sungai melalui CCTV oleh petugas Pusdalops BPBD Kota Yogyakarta. Saat alat pengukur ketinggian air sungai atau telemetri meningkat, petugas Pusdalops akan mengomunikasikan peringatan lewat pengeras suara di EWS.
“Harapannya di tiga anak sungai mudah-mudahan kita bisa mengadakan. Karena EWS ini sangat penting sekali dan ke depan teknologinya kita tingkatkan,” tambahnya.
Total ada 17 titik EWS yang sudah terpasang di sungai-sungai di Kota Yogyakarta. Rinciannya Sungai Code 8 titik EWS, Sungai Winongo 4 titik EWS, Sungai Gajah Wong 5 titik EWS, dan Kali Belik 3 titik EWS. “EWS dengan sistem otomatis baru dipasang di Kali Belik dan di sungai lain EWS masih manual,” pungkasnya. (riz/abd)










