Ram Check, 10 Persen Angkutan belum Penuhi Syarat

Plh Kepala Dishub Jateng, Erry Derina Riyanto
Plh Kepala Dishub Jateng, Erry Derina Riyanto. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah menemukan kendaraan umum yang belum memenuhi kelayakan jelang Mudik Lebaran 2024 mendatang. Dalam prosesnya sebanyak 10 persen angkutan umum belum memenuhi syarat jalan.

“Saat ini armada yang sudah kita cek sebanyak 1.527, itu ada AKDP, AKAP, angkutan pedesaan, dan BRT,” kata Plh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Erry Derina Riyanto pada Joglo Jateng, Minggu (31/3/24).

Selamat Idulfitri 2024

Adapun pengecekan tersebut dilakukan di Terminal tipe B dan beberapa lokasi lainnya. Dari hasil pengecekan itu, Erry mengungkap hampir 10 persen kendaraan angkutan umum tidak memenuhi syarat. Sehingga, angkutan umum yang belum memenuhi syarat ia larang untuk beroperasi sebelum melakukan perbaikan.

Baca juga:  54 Peserta Berebut 11 Posisi Kepala OPD

“Ada yang dijumpai sekitar 8 hingga 10 persen itu tidak memenuhi syarat administrasi dan teknis. Kita minta untuk dilakukan perbaikan. Kalau sudah diperbaiki boleh berangkat lagi. Jadi tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan dari bis itu,” terang Erry.

Tak hanya memastikan kondisi kendaraan, kesehatan pengemudi pun turut menjadi perhatian Dishub. Sehingga, Erry menyebut Dishub Jateng bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pemeriksaan fisik dari pengemudi.

Lebih lanjut, Dishub Jateng memiliki 35 posko terpadu untuk memastikan kelancaran selama mudik. Ia menyebut, Dishub Jateng membentuk posko terpadu di tingkat provinsi. Dalam posko itu akan ada 9 (sembilan) bidang yang menangani.

Baca juga:  Harga Sembako Masih Tinggi, DPRD Kota Semarang Minta Pemerintah Terus Lakukan Operasi Pasar

Antara lain bidang lalu lintas, transportasi, infrastruktur, energi, kesehatan, penanganan bencana, kebutuhan ekonomi dan pokok masyarakat, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta bidang komunikasi dan informasi.

“Posko itu berjalan 24 jam dari tanggal 3 sampai 18 April dan dibagi 3 shift, setiap shift ada 20 orang yang bertugas. Anggotanya terdiri dari Dishub, Kepolisian, dan Dinas terkait seperti PU, BPBD, Kominfo, Disperindag, dan lainnya,” jelas Erry.

Selain itu, Dishub Jateng juga membuka posko di 22 terminal tipe B. Kemudian ada 6 posko di Balai Wilayah seluruh Jateng. Adapun keenam posko itu tersebar di wilayah Eks Karesidenan Semarang, Eks Karesidenan Pati, Eks Karesidenan Surakarta, Eks Karesidenan Magelang, Eks Karesidenan Banyumas, dan Eks Karesidenan Pekalongan.

Baca juga:  Jembatan Kaligawe Bisa Difungsikan saat Mudik Lebaran

“Di balai-balai itu juga ada 6 posko yang melakukan monitoring dan patroli, jadi setiap balai selain stand by di posko juga berpatroli di wilayahnya untuk melakukan pantauan dan membantu pengaturan lalu lintas tapi sifatnya patroli,” tandasnya. (luk/gih)