Figur  

Jadi Direktur Perempuan Pertama di RS Aisyiyah Kudus

dr Indah Rosiana
dr Indah Rosiana. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

MENJADI ibu dari dua anak, tak menghalangi dr Indah Rosiana untuk menjalankan tugas barunya sebagai Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Direktur perempuan pertama di rumah sakit ini, Indah tentu memiliki tantangan yang harus dihadapi.

Dirinya berprinsip, dalam berkarir perempuan harus memiliki high value, kepercayaan diri. Kemudian mandiri, serta mampu memperluas jaringan.

“Apalagi di momen Hari Kartini ini. Kita para perempuan sekarang harus high value. Sehingga terpancar inner beauty yang menjadikan orang lain akan lebih menghargai,” tandasnya kepada Joglo Jateng saat ditemui di ruangannya, belum lama ini.

Perempuan kelahiran Kudus 04 Desember 1990 ini memandang sosok Kartini sebagai tokoh inspiratif sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi. Sebagai pemikir dan penggerak emansipasi perempuan, kata Indah, Kartini menjadi sumber inspirasi perjuangan perempuan yang mengidamkan persamaan status sosial dan hak perempuan. Oleh sebab itu, perjuangannya harus diteruskan.

Baca juga:  Luar Biasa! Berasal dari Keluarga Tak Mampu, Mahasiswi UGM Asal Jepara Ini Raih Gelar Magister

“Kita punya privilege di zaman sekarang. Dan itu berkah RA Kartini. Maka kita harus bersama meneruskan perjuangan beliau. Khususnya para ibu rumah tangga yang juga berkarir,” tegas Indah.

Dalam perjalanannya sebelum menjabat direktur, Indah memang sudah bergelut di bidang kesehatan sejak 2015. Ia sempat menduduki jabatan Manager Rawat Inap pada 2017 hingga 2022. Juga sebagai Wakil Direktur di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus.

Karir cemerlangnya itu tak lepas dari perjuangannya saat menempuh pendidikan kedokteran. Perempuan yang berdomisili di Ngemplak, Undaan ini merupakan lulusan S1 Kedokteran di Universitas Sultan Agung (Unissula) dan S2 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sembari mengejar cita-citanya menjadi dokter, pada masa itu ia sering menambah penghasilan uang saku dengan menjadi penyiar di salah satu radio di Kudus.

Baca juga:  Lebih Dekat dengan Clarissa Natania, Siswi SD Cahaya Nur yang Miliki Segudang Prestasi

Akan tetapi, di balik keberhasilan Indah dalam menjalani berbagai tugasnya, Ibu dua anak itu memiliki kunci sukses bersama sang suami. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan diri bersama dengan membagi tugas dan saling mendukung satu sama lain.

“Alhamdulillah suami saya laki-laki yang open mind dan mengajak untuk maju bersama. Karena kami tidak punya baby sitter, dalam merawat anak kami bagi job. Jadi kalau tidak ada dukungan suami tidak mungkin saya sampai di titik ini,” ungkapnya.

Selain sang suami, untuk mencapai titik ini, Indah juga selalu melibatkan nasihat orang tuanya. Sebab alasan ia berkarir sejak sekolah adalah dari motivasi sang Ibu.

Baca juga:  Belajar Kerja Sama lewat Bola Voli

“Kata Ibu saya perempuan haru berkarir dan mandiri. Akan tetapi tentu tanpa melanggar kodrat sebagai perempuan. Dan hal ini akan saya tanamkan pada anak saya agar sebagai perempuan dia dihargai dan memiliki high value,” ujarnya. (cr1/adf)