DALAM rangka memperingati Hari Pendidikan dan bulan literasi, SMP Negeri 2 Jetis turut merayakannya dengan membawa media pembelajaran menarik. Media pembelajaran ini digunakan untuk mencegah kebosanan dan anti-bullying kepada siswa.
Kepala SMP Negeri 2 Jetis, Gantyo mengungkapkan pentingnya penggunaan inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya dengan membentuk dan mengajak siswa melalui permainan secara langsung maupun melalui permainan kuis.
“Salah satu dari permainan edukatif ini adalah boling, pachinko, ular tangga, dan dark education, yang digunakan untuk mengajarkan sosialisasi anti-bullying di sekolah,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Pihaknya menambahkan, melalui permainan-permainan ini, siswa dapat belajar secara aktif dan interaktif, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Penggunaan inovasi dalam pembelajaran tidak hanya membantu meningkatkan minat belajar siswa.
“Tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan sikap sosial siswa. Hal ini sejalan dengan upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan holistik siswa,” jelasnya.
Dalam konteks sosialisasi anti-bullying, pihaknya menekankan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua siswa. Melalui permainan edukatif, siswa diajak untuk memahami pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga kebaikan bersama di lingkungan sekolah.
“Permainan ini tidak hanya memberikan keseruan, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk sikap sosial yang positif. Sehingga saya berharap melalui pendekatan inovatif ini, sekolah dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (suf/abd)










