Kudus  

30 Lokasi di Kudus Diajukan Proklim Baru

SOSIALISASI: Puluhan proklim saat menyimak rapat pengajuan proklim reguler, utama dan lestari, di Dinas PKPLH, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Kabupaten Kudus kini memiliki 39 desa dari 132 desa/kelurahan yang menerapkan program kampung iklim (Proklim). Sementara pada 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan diajukan 30 lokasi proklim baru.

Jumlah ini terdiri 12 program reguler dan 18 proklim melalui enumerator. Tak hanya itu, sebanyak 5 desa diajukan sebagai proklim utama dan 1 desa sebagai proklim lestari.

Lima lokasi proklim tersebut yaitu Gribig, Ploso, Peganjaran, Kesambi dan Gondangmanis. Sementara 1 proklim yang akan maju di tingkat lestari yaitu Kayuapu Kulon.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Apriliana Hidayanti memaparkan, awalnya ada 28 desa dan tambahan 11 desa di 2023 lalu. Kemudian tahun ini direncanakan 30 desa jadi lokasi proklim baru. Beberapa diantaranya Dersalam, Kaliputu, Jurang, Purworejo, Dukuh Gondangmanis Kulon, Gondangmanis Wetan.

Baca juga:  Sinyal Dukungan DPD PAN ke Sam’ani dan Belinda

“Kementerian menargetkan 20 ribu proklim se Indonesia. Dan di Kudus ini nanti totalnya jadi 69. Ditambah dengan proklim lestari yang baru pertama kali diajukan,” paparnya dalam forum rapat bersama proklim se Kudus, belum lama ini.

Adapun pelaksanaannya verifikasi dilakukan pada Juni hingga Agustus nanti. Disusul dengan lomba proklim se Kabupaten Kudus.

“Secara bertahap akan gantian. Diantara  yang kami usulkan ada yang utama pratama, madya,” katanya.

Ia berharap, proklim yang diajukan bisa membawa piala dan membawa nama harum Kudus. Utamanya proklim tingkat lestari dan tingkat utama.

Baca juga:  Kudus Masuk Peringkat Tiga untuk Kabupaten Terkaya se-Jateng

“Untuk menuju tingkat lestari ada banyak syarat yang dipenuhi. Dan yang maju adalah proklim Kayuapu Kulon, Desa Gondangmanis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Proklim Muria Indah dan Gondangmanis, Ahmad Munaji menuturkan, ada dorongan sebagai pemicu untuk membina untuk menghasilkan proklim yang bisa diikutkan menjadi lestari. Salah satunya dengan memiliki 20 lokasi proklim binaan.

“Proklim yang belum utama kita dorong lagi untuk tingkat tersebut. Kami paksa mereka agar lingkungan lebih baik. Tak sekadar proklim reguler tetapi selalu naik jenjang,” tuturnya.

Adapun 20 lokasi proklim pembinaan yaitu pada 2021 di Gulang dan Golantepus, 2022 di Payaman. Sementara pada 2023 ada 5 lokasi yaitu Mejobo,  Wergu Kulon, Prambatan. Dan pada 2024 terdapat 12 lokasi Ploso, Jurang, Purworejo, Gribig, Kaliputu, Gondangmanis Kulon, Gondangmanis Wetan.

Baca juga:  Usai Mendapatkan Rekom, DPD Nasdem Kudus All Out Menangkan Sam'ani-Belinda

“Dari 20 ini mudah-mudahan terjalin kerjasama dengan turut membantu sumbangsaran. Dan kami harap proklim Kayuapu dengan beragam keunggulannya bisa mencapai tingkat lestari,” harapnya. (cr1/fat)