Kudus  

Banyak yang Belum Jalan, Dinas PMD Segera Evaluasi BUMDes

PELATIHAN: Pelatihan BUMDes Kabupaten Kudus bersama Djarum Foundation, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – setelah penyerahan SK dan penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus segera lakukan monitoring dan evaluasi.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas PMD Kudus, Lilieq Ngesti Widiasuryani, belum lama ini.

“Kita mulai akan turun ke lapangan di bulan Juni. Agar kami bisa memantau secara keseluruhan. Kita evaluasi, dan monitoring terhadap BUMDes yang sudah berjalan dan belum,” ujarnya.

Harusnya, kata dia, BUMDes itu ada laporan setiap tahun. Secara data yang masuk belum secara keseluruhan. Ini nanti segera ditindaklanjuti pasca mempersiapkan lomba desa.

Baca juga:  Kudus Masuk Peringkat Tiga untuk Kabupaten Terkaya se-Jateng

“Rata-rata BUMDes kalau sudah berbadan hukum mereka pasti punya usaha. Namanya usaha berjalan atau tidak, pasti mereka berusaha untuk melakukan usahanya. Mau tidak mau harus dijalankan,” terangnya.

Menurutnya, di Kudus belum sampai spektakuler. Lebih ke spesifik, pergerakan di Kudus itu pelan tapi pasti. Upaya pembinaan dan pengembangan sudah dilakukan, terutama pada SDM atau pengelola. Mereka dibina, dididik, diberikan pembelajaran, diberikan pemahaman tentang cara berbisnis.

“Kita liat dari setiap laporan, baik itu penyertaan modal. Berdasarkan pantauan, bisa melihat dari APBDes, apakah sudah menganggarkan apa belum. Jadi, ada batas waktunya untuk segera kirim laporan ke dinas sampai bulan Juni,” imbuhnya.

Baca juga:  Jumlah Hewan Kurban di Kudus Diprediksi Meningkat

Laporannya berupa laporan keuangan dan laporan usaha. Kini ia menelaah dari laporan tahunan. Karena memang BUMDes banyak yang baru merintis, maka ia terus melakukan pendampingan bersama Djarum. Mereka diberi pelatihan, pengelola diajarkan untuk melihat potensi dan jenis usaha dan sebagainya.

“Kita melakukan ceking setiap bulan. Perkembangannya kita catat dan dianalisa. Kalau terkait permodalan belum memantau. Untuk itu, kita masih fokus melakukan lomba desa yang menguras tenaga. Dengan adanya lomba desa itu beberapa bisa melihat perkembangan BUMDes,” bebernya.

Ia harus turun ke lapangan jemput pola, ada yang turun ke bawah, ada lewat surat, harus ada yang dilaporkan ke provinsi dan kementerian. Karena hal itu merupakan program penting. Masuk salah satu indikator penilaian Pj Bupati. (cr3/fat)