Kudus  

Disdikpora Kudus Ajak SD Ciptakan Transisi PAUD Menyenangkan Jelang PPDB

SUASANA: Ratusan Kepala Sekolah Dasar (SD) nampak fokus mengikuti sosialisasi transisi Paud SD yang menyenangkan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, di PBG Kudus, Kamis (30/5/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Jelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mensosialisasikan transisi Paud SD yang menyenangkan kepada 425 peserta dari Kepala SD Negeri dan Swasta serta 27 pengawas.

Acara berlangsung selama tiga hari yaitu dibagi sesuai koordinator wilayah. Pada Senin, (27/05) diikuti Undaan, Jekulo dan Mejobo. Dilanjutkan pada Selasa, (28/05) Dawe, Bae dan Kota dan Kamis (30/05) untuk Gebog Jati dan Kaliwungu.

Kasi Kurikulum pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, menjelaskan, sosialisasi transisi Paud SD bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak pondasi anak usia dini memasuki jenjang SD. Lembaga Paud merupakan masa bermain sambil belajar bagi anak-anak, oleh karena itu, saat memasuki tahap ke Sekolah Dasar perlu adanya proses membangun enam kemampuan pondasi anak yang dilakukan secara bermakna dengan cara yang menyenangkan.

Baca juga:  Ketua DPRD Kudus, H. Masan Dukung Macan Muria Dengan Gelar Nobar

“Pondasi dasar tersebut yaitu mengenal nilai agama budi pekerti, keterampilan sosial, bahasa untuk interaksi,  kematangan emosi. Dan Kematangan kognitif serta pengembangan keterampilan motorik,” jelasnya usai memberikan materi di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus.

Ia membeberkan, proses transisi yang dapat diterapkan oleh para pendidik untuk anak didik mereka nantinya sangat perlu diperhatikan dan implementasikan dengan baik. Termasuk pada saat PPDB  tidak dibolehkan melakukan Tes Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) sebagai syarat masuk SD.

“Begitupun di masa transisi Paud ke SD. Guru tidak boleh memaksakan anak-anak agar bisa calistung. Sebab kemampuan masing-masing anak berbeda,” bebernya.

Baca juga:  Maju Pilkada, Anggota Dewan Harus Mundur

Kelada Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Arini Budi Utami, menyebutkan, saat ini misskonsepsi tentang calistung pada Paud dan SD masih sangat kuat di masyarakat. Padahal, proses pembelajaran di PAUD memiliki tujuan agar anak memiliki persepsi bahwa belajar itu menyenangkan dan bukan memberatkan.

“Maka transisi Paud ke SD perlu berjalan dengan mulus serta bertahap. Proses belajar Paud dan di SD kelas awal harus selaras dan berkesinambungan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan pondasi yang holistik. Bukan hanya kognitif, melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi dan lainnya.

Baca juga:  Serunya Akhir Pekan di Susu Moeria

“Termasuk kemampuan literasi numerasi yang dibangun secara bertahap dan menyenangkan,” tandasnya.

Dikatakannya, untuk mengakhiri miskonsepsi yang masih melekat di masyarakat terdapat tiga target perubahan yang dimulai sejak tahun ajaran baru.

“Diantaranya menghilangkan tes calistung dari proses PPDB, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama. Serta menerapkan pembelajaran yang membangum enam fondasi,” katanya. (cr1/fat)