Pemkot Yogyakarta Larang Buang Kotoran Hewan Kurban di Sungai

Plt Kepala DPP Kota Yogyakarta Sukidi
Plt Kepala DPP Kota Yogyakarta Sukidi. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melarang masyarakat untuk membuang atau membersihkan kotoran hewan kurban ke sungai. Maka dari itu, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta akan melakukan pantauan untuk mencegah hal tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPP Kota Yogyakarta Sukidi mengatakan, Surat Edaran (SE) soal mekanisme penyembelihan hewan kurban telah dikeluarkan. Adapun salah satu isinya, dalam penanganan hewan yang baik, setelah dilakukan penyembelihan, dilarang membuang kotoran hewan ke sungai.

“Kotoran itu tidak boleh dibuang ke sungai. Di Kota Yogyakarta sendiri mengharuskan melakukan pemotongan hewan itu ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Namun dalam Iduladha ini, kami perbolehkan tetapi dalam pantauan,” ungkapnya, Rabu (12/6/24).

Baca juga:  Antisipasi Peningkatan ODGJ, KSSJ Digiatkan

Ia menambahkan, penyembelihan hewan kurban saat Iduladha bisa dilaksanakan di masjid, musala, dan beberapa lokasi. Meski begitu, DPP bersama beberapa stakeholder akan melakukan pendataan lokasi-lokasi tersebut.

“Kami bekerja sama dengan Baznas, dan Kemenag untuk terus melakukan pendataan titik lokasi penyembelihan hewan kurban. Di mana lokasi penyembelihan hewan kurban ada lebih dari 500 titik,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti menjelaskan, kebutuhan hewan kurban tahun ini kembali meningkat setelah masa pandemi Covid-19. Dikatakan bahwa kebutuhan hewan kurban tahun ini sekitar 2.500 ekor sapi dan 4.700 ekor kambing.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan Lurah, Bupati Bantul Minta Fokus Pada Tiga Permasalahan Pokok

“Ketersediaan dari peternak di Kota Yogyakarta terbatas, hanya sekitar 90 ekor sapi dan 300 ekor kambing. Untuk itu, kekurangannya dipenuhi dari dalam maupun luar DIY, dengan pengawasan dan pemantauan yang ketat. Utamanya untuk pencegahan penyebaran penyakit menular hewan,” pungkasnya. (riz/abd)