Bantul Siap Hadapi Kemarau, Ribuan Pompa Air Diterjunkan untuk Bantu Petani

RAJIN: Petani Bantul saat melakukan penanaman padi di sawah, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul sebut aktivitas produksi pertanian tetap berjalan lancar. Pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai pendekatan untuk mengantisipasi kemarau ini.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menjelaskan, luasan lahan tanam padi pada musim tanam ke dua (MT2) pada Mei hingga Juni ini kurang lebih sama dengan musim tanam pertama (MT1) lalu. Pihaknya pun telah menyiapkan pompa air untuk menghadapi kendala petani yang mengalami kendala air selama musim kemarau.

“Ini kan mulai musim kemarau, tapi kita sudah mengantisipasi dengan berbagai hal. Contohnya kita punya pompa air, daerah-daerah yang ada sumber airnya kita pompa,” ungkapnya, Rabu (19/6/24).

Baca juga:  Penyelesaian ITF Bawuran Mundur hingga September

Menurutnya, sekarang ini ada ribuan pompa air yang tersebar di kalangan petani Bantul. Sehingga pihaknya pun memastikan produksi padi pada saat musim kemarau ini bisa dipastikan dalam kondisi aman. “Pompa yang ada di lapangan, yang sudah ada di petani itu 5190 pompa. Jadi Insya Allah di MT2 ini produksi juga aman,” imbuhnya.

Selain itu, dalam situasi kemarau ini Joko juga memberikan saran kepada petani agar menanam jenis padi berumur pendek seusai dengan program indeks penamaan 400 (IP 400), pola tanam empat kali dalam satu tahun yang digalakkan kementerian pertanian. Menanam padi berumur pendek ini diyakini mampu menekan kebutuhan air, sehingga tetap memberikan hasil maksimal.

Baca juga:  Warga Diminta Selektif Pilih Angkutan Wisata

“Kami juga menyarankan kepada petani, karena ini menghadapi kemarau untuk menanam jenis padi yang berumur pendek. Misalnya padi jenis Pajajaran, 80 hari panen,” ujarnya.

Tidak hanya itu, jika petani tetap merasa kesulitan untuk menambah padi umur pendek, petani juga bisa menanam tanaman hortikultura. “Kalau memang itu masih kesulitan, silakan tanam palawija seperti jagung, kacang, dan kedelai. Jadi kami tidak memaksakan, kita lihat kondisi setempat. Kalau ada sumber air kita pompa, kalau tidak ada sumber air dan juga terbatas untuk pakai padi umur pendek, tanam palawija,” tandasnya. (nik/abd)