Warga Diminta Selektif Pilih Angkutan Wisata

JALAN: Bus pariwisata saat melintas di area tugu pal putih, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Menghadapi libur sekolah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih angkutan pariwisata. Hal itu diakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan penumpang.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Hary Purwanto mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 500.11.32.1/1684 tentang pemilihan angkutan pariwisata. Di mana ada tiga hal yang harus dipastikan dalam memilih bus pariwisata.

Dalam SE itu, tertuang bahwa perusahaan angkutan harus memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang yang sesuai dan berlaku. Kemudian, bus harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Terakhir, pengemudi harus dipastikan memiliki surat izin mengemudi (SIM) B I atau B II umum yang masih berlaku.

Baca juga:  Lumbung Mataraman, Upaya Peningkatan Kemandirian Pangan

“Kita perlu pastikan terkait dengan perizinannya seperti izin operasi dan kondisi kendaraan, dibuktikan dengan dokumen uji KIR. Selain itu, untuk pengemudinya harus memiliki SIM BI khusus angkutan umum bus, ini yang kita pastikan sebagai upaya meningkatkan keselamatan,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Izin penyelenggaraan angkutan dapat dicek di Kartu Pengawasan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan atau melalui situs https:/spionam/dephub.go.id. Sedangkan persyaratan teknis dan laik jalan dapat diperiksa lewat bukti lulus uji elektronik, kartu uji, dan sertifikat uji atau melalui aplikasi Mitra Darat yang bisa diunduh di apps store dan play store.

“Jadi kami imbau masyarakat atau sekolah yang di masa liburan ini akan menggunakan bus pariwisata, betul-betul memastikan kondisi fisiknya laik jalan,” terangnya.

Baca juga:  Bahan Makanan Jadi Pemicu Deflasi

Kota Yogyakarta menjadi salah satu kota wisata yang menjadi tujuan dari berbagai daerah, oleh karenanya, kesiapan bus pariwisata harus diperhatikan sebaik mungkin. Sebab beberapa waktu belakangan, cukup banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan wisata, khususnya bus pariwisata di beberapa daerah.

“Dengan masa liburan ini, kami ingin me-refresh lagi kepada para pelaku kegiatan wisata, baik itu jasa angkutan wisata maupun para penggunanya, seperti sekolah dan masyarakat untuk bisa memilih angkutan wisata yang berkeselamatan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan DIY sudah mengimbau kepada para pelaku operator bus pariwisata untuk memenuhi standar kelaikan jalan. Menurutnya, di Kota Yogyakarta sebagian besar bus pariwisata sudah memenuhi laik jalan.

Baca juga:  Tingkatkan Perekonomian lewat Pelatihan Ekspor

“Kasus kecelakaan bus pariwisata di Kota Yogyakarta karena tidak laik jalan selama ini juga tidak ditemukan. Di mana setiap akhir pekan jumlah bus pariwisata yang masuk di Kota Yogyakarta berkisar 600-700 bus, untuk masa liburan panjang trennya merata setiap harinya,” pungkasnya. (riz/abd)