Waspada Flu Singapura di Yogyakarta! Kasus Meningkat 2.317 Suspek

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setiyo Harini
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setiyo Harini. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lonjakan kasus penyakit flu singapura di 2024. Flu Singapura atau dikenal dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) banyak menyerang anak-anak dari berbagai belahan dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setiyo Harini menyebut, hingga pekan ke-20 tahun 2024, Flu Singapura meningkat sekitar 2.317 suspek. Ini sangat berbanding jauh dibanding tahun sebelumnya, yaitu mencapai sekitar 1.383 kasus.

“Dari data Kemenkes bulan Mei lalu, Indonesia mengalami kenaikan kasus flu singapura mencapai sekitar 1.800 kasus. Di mana Jawa menjadi penyumbang terbesar yaitu sekitar 1.400 kasus,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Iduladha, Wujud Ukhuwah Islamiyah

Pihaknya menyebut, dalam tiga tahun terakhir, tren suspek HFMD telah bergerak stabil dengan pola peningkatannya terjadi pada awal hingga pertengahan tahun, seperti 2022. Peningkatan ini dialami dengan gejala yang bervariasi, mulai dari demam ringan hingga luka di mulut dan ruam di kulit.

“Flu Singapura umumnya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, luka di mulut seperti seriawan, serta ruam yang muncul di telapak tangan dan kaki oleh bakteri enterovirus. Penderita juga akan mengalami penurunan nafsu makan dan lesu. Sehingga penanganannya seperti penanganan flu pada umunya,” tuturnya.

Baca juga:  Jadwal Pembuangan Sampah ke Depo & TPS di Yogyakarta Diatur

Meski tidak ada pengobatan khusus untuk Flu Singapura, perawatan yang tepat dapat membantu meredakan gejala dan mencegah dehidrasi. Anak-anak yang terinfeksi dianjurkan untuk beristirahat cukup, mengonsumsi banyak cairan, dan diberi obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen.

“Kenapa kita anjurkan untuk makan dan minum yang banyak dan berolahraga? Karena ketika kita melakukan olahraga, virus akan cepat keluar. Virus kan biasanya keluar lewat cairan, keringat, maupun lewat feses,” jelasnya.

Pihaknya menyebut, upaya pencegahan Flu Singapura dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu langkah penting adalah menutup mulut dan hidung dengan masker untuk mencegah virus masuk ke saluran pernapasan.

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

“Bagi anak-anak yang sehat, disarankan selalu menggunakan masker saat berada di tempat umum dan berinteraksi dengan banyak orang, mencuci tangan, serta tetap waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat jika merasakan gejala yang mengarah pada HFMD,” pungkasnya. (suf/abd)