Waspada Penyelenggara Lomba Abal-abal! Disdik Semarang Imbau Orang Tua Teliti Rekomendasi dan Legalitas

Sekretaris Disdik Kota Semarang, Erwan Rachmat
Sekretaris Disdik Kota Semarang, Erwan Rachmat. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengimbau kepada wali murid untuk lebih teliti terhadap penyelenggara lomba yang akan diikuti oleh anaknya. Adapun hal yang perlu diwaspadai, yakni manakala tidak ada rekomendasi dari badan penyelenggara induk organisasi yang menyelenggarakan lomba tersebut.

Sekretaris Disdik Kota Semarang, Erwan Rachmat mengukapkan, rekomendasi induk organisasi penyelenggara menjadi suatu kepastian adanya legalisasi di dalamnya. Sehingga menambah kepercayaan dari wali murid maupun pihak sekolah.

“Terus yakinkan bahwa ada peserta yang mengikuti (lomba, Red.). Jangan sampai kita tidak tahu pesertanya dan anak betul-betul terlibat untuk kegiatan itu. Dan diketahui oleh sekolah dengan bukti sekolah mengeluarkan mandat terkait dengan kegiatan tersebut,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Pekan Imunisasi Nasional Polio di Yogyakarta Sasar 30.702 Anak Usia 0-7 Tahun

Selanjutnya, kata dia, ketika pengumuman pemenang dan piagam sudah keluar, orang tua perlu memastikan legalitasnya. Nama-nama peraih juaranya harus terdaftar di database.

“Begitu tiba mendengar persis pengumuman juara berapa. Terus diurus piagam dan legalitasnya itu harus dilakukan seperti itu. Harus terdata di database,” ujar Erwan.

Pihaknya, imbuh dia, akan melakukan pembinaan kepada seluruh sekolah untuk benar-benar melaksanakan tugas-tugasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam hal ini, termasuk melampirkan surat rekomendasi dari sekolah hingga mengambil dokumentasi ketika siswa mengikuti lomba.

Baca juga:  Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bank Jateng Berpartisipasi Dalam Kegiatan Panen Jagung Bersama Rakyat di Kendal

“Bahkan mungkin kami akan membuat SOP baru mau mengikuti lomba itu yang seperti apa. Apakah berasal dari siswa yang ikut ekstrakurikuler permohonan kepada kepsek atau ortu agar sekolah mengizinkan,” ungkapnya.

Jika SOP itu dijalankan, kata Erwan, kemudian sekolah kembali bersurat kepada orang tua bahwa mereka secara resmi mengizinkan anaknya untuk mengikuti lomba itu. Sehingga alurnya menjadi lebih jelas.

“Sehingga alur atau benang merahnya ada dan jelas. Dengan cara seperti itu tidak ada dusta di antara kita dan sertifikat bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Baca juga:  LSF-UIN Walisongo Berkolaborasi Budayakan Sensor Mandiri

Dirinya berharap, bagi para penyelenggara lomba untuk memberikan penilaian secara objektif. Misalkan siswa mendapatkan juara tiga, maka berikanlah yang sesuai dengan apa yang seharusnya.

“Jangan sampai anak menjadi korban,” pungkasnya. (int/adf)