SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang resmi membuka hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (22/6/2026).
Antusiasme masyarakat terpantau sangat tinggi sejak pos pendaftaran dibuka.
Berdasarkan rekapitulasi data sistem online pada hari pertama, tercatat jumlah pendaftar sudah menembus angka 12.000 calon siswa. Meskipun, proses verifikasi berkas di lapangan masih terus bergulir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sendiri menyediakan kuota total sebanyak 15.360 kursi. Kursi tersebut tersebar baik di SMP negeri maupun SMP swasta gratis melalui jalur afirmasi.
Daya tampung tersebut dirancang secara proporsional guna mengimbangi total lulusan SD tahun ini yang mencapai 21.027 anak.
Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menjelaskan bahwa sekolah swasta berbayar tetap diposisikan sebagai mitra strategis. Tujuannya untuk menampung sisa kelulusan siswa yang tidak terakomodasi di sekolah negeri.
“Pastinya kalau untuk sekolah negeri tidak bisa menampung semua lulusan SD negeri dan swasta. Tetap sekolah swasta sebagai mitra Pemerintah Kota Semarang itu mendapatkan ruang tersendiri di hati masyarakat, orang tua, untuk mereka punya pilihan di sekolah-sekolah swasta berbayar,” ujar Ahsan saat ditemui di kantornya.
Mengenai program sekolah swasta gratis, Ahsan meluruskan kekhawatiran wali murid terkait masih kosongnya jurnal pilihan swasta di website pada hari pertama.
Sistem SPMB tahun ini telah diprogram secara robotik atau otomatis. Jika calon siswa dari jalur afirmasi atau keluarga tidak mampu terlempar dari pilihan pertama dan kedua di sekolah negeri, sistem komputer akan langsung mengalihkan data mereka.
Data otomatis beralih ke pilihan ketiga dan keempat di sekolah swasta gratis tanpa perlu dipindahkan manual oleh orang tua.
“Prosesnya seperti itu karena memang kami ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu itu nanti bisa mendapatkan layanan pendidikan gratis. Pengalaman di jenjang SD kemarin, semua peserta didik dari kalangan keluarga tidak mampu itu semua diterima di sekolah negeri maupun sekolah swasta gratis, itu tujuan kami,” terangnya.










