Penuh Makna, SDN Baluwarti Adakan Salat Dhuha Bersama

KHUSYUK: Siswa SDN Baluwarti terlihat khusyuk dalam mengikuti Salat Dhuha bersama di halaman Sekolah pada Jumat (26/7). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BULAN Juli menjadi momen istimewa bagi SDN Baluwarti, dengan berbagai kegiatan menarik dan penuh makna melibatkan seluruh siswa. Terutama bagi siswa baru yang sedang beradaptasi dengan lingkungan sekolah mereka. Melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal lebih dekat guru dan staf sekolah.

Kepala SDN Baluwarti, Zulikhatun Nusroh mengungkapkan, tidak hanya MPLS. Bulan Juli juga bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam dan Hari Anak Nasional yang dirayakan dengan berbagai acara edukatif dan menghibur. Acara-acara tersebut memberikan pengalaman berharga dan penuh makna bagi seluruh siswa, serta menambah semangat belajar mereka.

”Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, kami menyelenggarakan berbagai permainan tradisional yang melibatkan seluruh siswa dan guru. Keterlibatan aktif para guru dalam kegiatan ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Ketika kegiatan MPLS hari terakhir, sekaligus merayakan bulan Juli dengan peringatan Tahun Baru Islam, SDN Baluwarti menggelar Salat Dhuha bersama. Agenda ini bekerja sama dengan BAZNAS dan didampingi oleh Ketua RT Basen Kotagede. Setelah itu, diadakan dongeng Islami dan sarapan pagi bergizi bersama di halaman sekolah.

”Kami mengikuti amanah dari Gubernur yang menekankan pentingnya pendidikan yang baik untuk melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya. Karakter yang positif akan menjadi bekal untuk mewujudkan tatanan kehidupan bangsa yang lebih baik dan sejahtera,” tuturnya.

Selain itu, SDN Baluwarti juga melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang ditujukan bagi siswa usia balita hingga 8 tahun. Program ini sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa, dengan pelaksanaan yang penuh perhatian dari seluruh staf sekolah.

”Kami dan bapak/ibu guru sangat senang melayani siswa-siswi kelas 1-6, serta bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan wali murid,” ujarnya dengan penuh semangat. (suf/ree)