Sate Kerbau Khas Kudus, Ikon Kuliner yang tak Lekang oleh Waktu

TAWARKAN LEZATNYA SATE: Pemilik Warung Sate Kerbau Sederhana Bambang Sutomo berfoto di depan warungnya di Jl. Jend. Sudirman, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

WARUNG Sate Kerbau Sederhana milik Bambang Sutomo (50) menjadi salah satu kuliner legendaris di Kudus. Sudah bertahan hingga generasi keempat, warung ini terus mempertahankan kelezatan sate kerbau yang berbeda dengan sate lainnya.

Berdiri sejak tahun 1997, sebelumnya warung tersebut terletak di dalam Pasar Kliwon. Namun, kini telah memiliki tempat tetap di Jl. Jend. Sudirman, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus dengan jam buka pukul 07.30 hingga 12.00 setiap hari.

Harga satu porsi sate kerbau berisi 10 tusuk dibanderol seharga Rp 50 ribu, dengan cita rasa khas yang memadukan daging kerbau dan bumbu serundeng yang gurih. Bambang mengaku, saat ini ia bisa menghabiskan rata-rata 4 kilogram daging kerbau setiap harinya. Meskipun penjualannya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ia tetap berkomitmen melanjutkan usaha yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.

“Sejak sekolah, saya sudah membantu orang tua jualan sate ini. Sekarang saya melanjutkan usaha keluarga yang sudah turun temurun hingga generasi ke-4,” ujarnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

PROSES: Penjual sate kerbau sedang membakar daging sesuai pesanan pelanggan, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Warung sate kerbau ini menjadi salah satu ikon kuliner khas Kudus yang tak lekang oleh waktu. Meskipun mengalami penurunan penjualan, Bambang berharap dapat terus menjaga tradisi kuliner ini agar tetap bertahan dan dikenal oleh generasi selanjutnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan setia, Usman yang berasal dari Desa Jepang, Kudus, mengaku sudah menjadi pelanggan sejak generasi ketiga. Hampir seminggu sekali mampir ke sini untuk membeli sate ini.

“Bumbunya beda dari sate lainnya, enak sekali. Saya sudah jadi pelanggan setia sejak generasi ketiga,” ungkapnya. (cr3/adf)