SEMARANG, Joglo Jateng – Debat perdana pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berlangsung di Marina Convention Center (MCC) – Marina Semarang, Rabu (30/10/2024) malam. Adapun tema pada ajang diskusi ini adalah Tata Kelola Pemerintahan, Kepemimpinan, dan Reformasi Birokrasi Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel.
Tema tersebut dibagi lagi menjadi beberapa sub tema. Di antaranya penegakan hukum/perda, pelayanan publik, reformasi birokrasi, dan clean and good governance, serta keterbukaan informasi publik.
Pasangan Andika-Hendi nampak menggunakan baju berwarna hijau dan merah. Sementara pasangan Lutfi-Yasin mengenakan kemeja senada berwarna biru.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono berharap melalui debat publik pertama ini dapat menjadi kesempatan bagi pasangan cagub-cawagub Jawa Tengah menyampaikan gagasan visi dan misi. Yakni untuk meyakinkan masyarakat Jawa Tengah pada saat memilih di 27 November 2024 mendatang.
“Kami sampaikan kepada para pasangan cagub-cawagub Jawa Tenggara diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan visi dan misi, untuk meyakinkan masyarakat Jawa Tengah dengan lebih dari 28,42 juta pemilih pada 35 kabupetan/kota. Sehingga masyarakat dapat menjatuhkan pilihannya,” katanya.
Pada kesempatan ini juga Handi berharap masyarakat bisa mendapatkan referensi dari gelaran acara ini. Sehingga bisa lebih mantap untuk memilih pasangan cagub-cawagub yang sesuai dengan pilihan hati.
“Kami sampaikan ke seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk menyimak dengan sesama agar mendapatkan referensi. Sehingga diberikan kemantapan dalam menentukan pilihan pada Pilkada 2024. Luweh becik, luweh nyenengke. Lebih baik dan lebih menyenangkan bagi masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.
Untuk diketahui, pada penyampaian visi dan misi paslon perdana ini terdapat sejumlah panelis yang akan mengawal jalannya acara. Antara lain ialah Prof. Budi Setiyono, S.Sos, Ph.D (Universitas Diponegoro), Prof. Dr. F.X. Adji Samekto, S.H., M.Hum. (Universitas Diponegoro). Kemudian, Prof. Dr. Ali Masyhar, S.H., M.H. (Unnes), Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag (UIN Walisongo), dan Dr. Siti Malaiha Dewi, S.Sos., M.Si. (IAIN Kudus).
Hiruk pikuk yel-yel dari kedua paslon memenuhi MCC-Marina Semarang. Dalam debat ini, Andika Perkasa, calon dari partai PDI Perjuangan menekankan pentingnya menuntaskan kemiskinan dan memajukan pendidikan di Jateng. Adapun visi dari pasangan Andika-Hendi adalah ‘Jembatan Emas mewujudkan Jawa Tengah aman, sejahtera, berdikari dan ramah lingkungan’.
“Kita masih punya 10,47 persen rakyat miskin (di Jawa Tengah, Red.) dan itu harus ditekan sampai dengan 0 kalau kita memang ingin mengawal sampai akhir periode 2029,” tegasnya.
Sementara itu, Luthfi, calon nomor urut dua memiliki visi ‘Ngopeni lan nglakoni’. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan permasalahan masyarakat di Jateng agar bisa maju bersama untuk menuju Indonesia Emas 2024.
“Ngopeni lan nglakoni adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sebagaimana pernah dicontohkan oleh presiden yang ke-7, yaitu bapak Joko Widodo,” ujarnya.
Debat ini berlangsung dalam suasana yang dinamis, dengan kedua pasangan saling berargumen mengenai visi misi dan program kerja mereka. Moderator debat meminta masing-masing pasangan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat, yang semakin memantik antusiasme penonton. Sesi tanya jawab menjadi momen menarik, di mana Andika dan Luthfi saling menanggapi pertanyaan.
Di akhir debat, kedua pasangan menyampaikan harapan mereka untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan Jateng yang lebih baik. Dengan berlangsungnya debat ini, masyarakat Jateng diharapkan dapat lebih memahami visi dan misi masing-masing calon sebelum memilih pada hari pemungutan suara. (luk/adf)










