Kudus  

Ribuan Peziarah Padati Kawasan Makam Sunan Kudus Saat Libur Isra Mi’raj

RAMAI: tampak para peziarah di kawasan Menara Kudus lebih banyak dibandingkan hari biasanya meskipun cuaca hujan pada awal pekan lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Momentum liburan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw dimanfaatkan oleh ribuan peziarah untuk mengunjungi makam Walisongo, khususnya di Makam Sunan Kudus.

Sejak Senin (27/1/2025) pagi, kawasan Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus tampak dipenuhi pengunjung, baik dari dalam kota Kudus maupun luar kota. Kendati hujan rintik mengguyur sepanjang hari, jumlah peziarah tidak berkurang. Bahkan, ribuan peziarah yang datang secara bergiliran terus memadati kompleks makam.

Seiring dengan keramaian ini, para pedagang dan pengusaha kecil, seperti tukang foto, juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari keuntungan. Mereka menawarkan jasa foto di sekitar Menara Kudus yang menjadi daya tarik utama di kawasan tersebut. Hal ini semakin menambah kesan bahwa Kawasan Makam Sunan Kudus bukan hanya sebagai tempat berziarah, tetapi juga sebagai tujuan wisata religi yang diminati banyak orang.

Peningkatan jumlah pengunjung selama libur Isra Mi’raj ini sangat signifikan. Menurut catatan pengurus, jumlah peziarah di Makam Sunan Kudus pada momen ini diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa, di mana jumlah peziarah rata-rata berkisar antara 2.000 hingga 3.000 orang.

Salah satu peziarah yang datang pada momen ini adalah Muhammad Ridwan, seorang warga asal Kota Semarang. Bersama istri dan anaknya yang masih duduk di bangku kelas satu SD, Ridwan sengaja mengunjungi Menara Kudus untuk mengenalkan kebiasaan berziarah kepada anaknya.

“Tahun ini sudah ketiga kalinya ke sini, supaya anak terbiasa berziarah,” ujarnya.

Selain itu, Ridwan juga berharap bisa mengambil berkah dari Sunan Kudus, Raden Ja’far Shodiq, pada hari bersejarah ini. Bagi Ridwan, berziarah ke makam-makam Walisongo sudah menjadi kebiasaan keluarga.

“Biasanya kami berziarah ke Kadilangu Demak, hari ini ke Sunan Kudus dan Sunan Muria,” tambahnya.

Di sisi lain, Deny Nur Hakim, pengurus Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah peziarah ini terjadi karena libur panjang yang bertepatan dengan tanggal merah. Ia memperkirakan jumlah peziarah selama liburan ini bisa lebih dari 3.000 orang per hari.

“Kalau biasanya peziarah per hari 2.000 sampai 3.000 orang, untuk libur panjang seperti ini ya kemungkinan bertambah,” katanya. (uma/fat)