Kendal  

Banjir Surut DBD Melanda, Derita Korban Bencana Tak Kunjung Sirna

Dinkes Kendal melakukan fogging di lingkungan yang ada warganya terindikasi terpapar DBD.(Dok)

 

KENDAL, Joglo Jateng – Penderitaan warga Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal sepertinya tak kunjung sirna. Warga yang banyak kehilangan harta benda akibat banjir bandang setinggi dua meter, kini dilanda wabah demam berdarah dengue (DBD).

Untuk diketahui, bencana banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Waridin terjadi pada 20 Januari 2025 lalu. Jebolnya tanggul Kali Waridin menyebabkan pemukiman terendam banjir hingga ketinggian 2 meter.

Meski banjir sudah surut dan saat ini kondisi pemukiman sudah mulai bersih, namun masalah baru datang menghantui warga. Sejumlah warga di beberapa RW di Desa Kebonharjo terpapar DBD.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, tercatat ada 18 warga Desa Kebonharjo terpapar DBD. Bahkan, satu warga meninggal dunia setelah diketahui menderita DBD dan komorbit.

Dari data yang sama disebutkan warga yang terpapar DBD berada di  RT.02/RW. 05 sejumlah 1 orang dan sudah dirawat di UGD.

Di  RT.04/RW. 04 juga terdata 1 orang dan di rawat UGD dengan gejala panas, mutah, diare, sesak nafas.

RW. 05 ada 7 orang,  RT.04/RW. 04 sejumlah 2 anak,  RT.01/RW. 07 sejumlah 5 anak, RT.01/RW. 03 sejumlah 2 orang  dan RT.02/RW. 06 ada 5 orang.

Sementara di  RT.04/RW. 08  dan RT.05/RW. 08 masing-masing 1 orang dan yang meninggal dunia satu orang di  RT.04/RW. 02,

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Agustinus Bambang Setyawan menyebutkan penyemprotan sudah mulai dilaksanakan Senin 17 Februari 2025 dilingkungan yang ada penderita meninggal dunia.

“Untuk melakukan pencegahaan agar tidak semakin mewabah di lokasi bekas banjir, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melaksanakan fogging atau penyemperotan. Lingkungan yang terindikasi ada warga yang positif DBD dilakukan penyemprotan,” katanya, Senin (17/2/2025).

Dikatakan untuk pelaksanaan fogging fokus pertama  di lokasi pasien DB meninggal dunia nantinya  fogging di lokasi lain sesuai penyelidikan epidemiologi.

“Kita juga melaksanakan sosialisasi lewat petugas puskesmas, kader, RT RW  tomas tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN,” imbuhnya.

Selain ancaman DBD di wilayah yang terdampak banjir, Dinas Kesehatan Kendal juga mengantisipasi penyebaran penyakit leptospirosis.

“Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini menular ke manusia melalui air kencing atau darah hewan yang terinfeksi. Leptospirosis juga dikenal sebagai penyakit demam urine tikus,” terangnya.

Nantinya akan ada  screening warga cegah penyebaran leptospirosis dan juga sosialisasi untuk menjaga kebersihan lingkungan.(ags)