Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menjelaskan, acara ini terlaksana berkat program pemerintah. Yakni untuk melestarikan dan mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.
“Tentunya budaya ini tidak dimiliki negara lain. Ini kebanggaan kita bersama. Pemkab Kudus mempunyai ide menggelar tari yang spektakuler, dan kami sangat berterima kasih atas partisipasi serta dukungan dari para sponsor,” ujarnya.
Persiapan menuju pemecahan rekor ini juga dilakukan dengan sangat matang. Setiap peserta menjalani latihan intensif dan sesi gladi bersih yang diselenggarakan di berbagai sanggar dan sekolah. Semua pihak berharap acara ini dapat berlangsung lancar dan memberi dampak positif bagi perkembangan budaya di Kudus.
Salah satu peserta, Keysha Anggun Nathya Laksita (17) dari Sanggar Bougenville, mengungkapkan kebanggaannya dapat turut berpartisipasi dalam acara bergengsi ini. “Kami sudah melakukan latihan rutin di sanggar dan sekolah masing-masing. Tari Kretek ini punya ciri khas tersendiri, sederhana tetapi tetap mewah dengan penggunaan caping kalo,” ungkapnya. (uma/fat)










