Selain itu, pemeriksaan kanker serviks dan kesehatan ibu hamil juga menjadi perhatian khusus. Pemeriksaan ibu hamil dianjurkan minimal enam kali selama masa kehamilan, termasuk USG pada trimester pertama dan ketiga untuk memastikan kondisi janin dalam keadaan sehat.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari warga, termasuk Sela Karainina Putri, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya layanan Speling, terutama karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
“Senang bisa ikut Speling, karena dekat rumah dan langsung diperiksa dokter spesialis,” ujarnya setelah menjalani pemeriksaan USG dan mengetahui bahwa janinnya berjenis kelamin laki-laki.
Ia juga mengaku lega karena tidak perlu membayar biaya pemeriksaan.
“Kalau biasanya periksa di bidan bayar Rp50 ribu, ini gratis. Lumayan, uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” tambahnya.
Dengan adanya layanan kesehatan gratis ini, masyarakat di Jawa Tengah kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menjaga kesehatan mereka. Program Speling diharapkan bisa terus berkembang hingga menjangkau seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. (hms/rds)










