Pengadaan EWS Tsunami di Purworejo Terancam Dipending

Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswantini. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Sebagian peralatan Early Warning System (EWS) tsunami yang sangat penting untuk meminimalisir korban jiwa di Kabupaten Purworejo mengalami kerusakan. Sedangkan anggaran pengadaan EWS yang direncanakan BPBD Kabupaten Purworejo senilai Rp1,6 miliar di 2025 ini terancam dipending akibat efisiensi anggaran.

Kabupaten Purworejo sendiri merupakan salah satu wilayah yang rentan bencana, baik itu longsor, banjir maupun tsunami. Hal ini dikarenakan letak daerahnya ada yang di pesisir laut selatan atau Samudera Indonesia dan ada yang di pegunungan.

“Mengikuti Inpres tentang efisiensi, belanja modal dikeep (ditunda-red). Antara lain pengadaan EWS tsunami, EWS longsor, EWS banjir dan perahu fiber untuk bencana banjir. EWS tsunami ini sangat penting, mengingat banyak desa yang berada di kawasan atau zona merah tsunami,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Dede Yeni Iswantini, Minggu (23/3/25).

Rencananya, BPBD menganggarkan pengadaan 6 EWS tsunami, yakni 2 EWS longsor dan 5 EWS banjir serta 10 perahu fiber untuk bencana banjir. EWS tsunami akan dipasang di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi (2 EWS), Desa Ngentak, Kecamatan Ngombol (1 EWS) dan Desa Ketawang, Kecamatan Grabag (1 EWS). Dua sisanya akan dipasang di daerah lain yang urgent, sangat membutuhkan dan sesuai assesment.

“Zona merah tsunami banyak terdapat di wilayah Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Purwodadi. Ada beberapa EWS yang perlu diperbaiki juga, contohnya di Desa Girirejo, Kecamatan Ngombol, sudah tidak berfungsi dan minta dipindahkan ke balai desa. Selama ini EWS tsunami dipasang di musala. Kemudian di Jatimalang itu ada 3 EWS tsunami, 2 punya Provinsi Jateng rusak. Kami sedang bersurat mengenai kejelasan EWS itu dihibahkan ke BPBD Purworejo atau akan diambil supaya kami bisa memasang yang baru. Namun surat kami belum.direspon,” jelasnya.

Sementara itu, total di Purworejo memiliki 22 EWS tsunami. Namun 8 EWS rusak dan masib banyak desa yang belum dipasang EWS tsunami, meski berada di pesisir selatan. Untuk pengecekan alat, dilakukan setiap bulan di tanggal 26.

Secara bertahap, BPBD Purworejo akan mengubah EWS yang bergantung pada daya listrik, menjadi solar cell atau tenaga matahari. Hal ini dikarenakan untuk menghindari alat tak berfungsi saat bencana tidak ada pasokan listrik. (mrn/sam)