Mak Sarmi, salah satu warga Rusunawa yang juga pedagang Pasar Kendal menyampaikan senang bisa mengumpulkan sampah untuk ditukar dengan sembako ini.
“Ya saya senang sekali. Dulu saya pernah menabung sampah di Bank Sampah Pasar Kendal dan setahun mendapat tabungan Rp500 ribu,” ungkapnya.
Ketua BSI Kendal Nunuk Sarah Zenubia mengatakan, pihaknya sudah 12 tahun melakukan edukasi pengelolaan sampah dari sumber utamanya. Baik dari rumah tangga, sekolah, pondok pesantren maupun komunitas.
“Edukasi bahwa sampah harus dipilah sesuai jenis dari sumbernya. Setelah terpilah, maka sampah bisa menjadi berkah. Karena lingkungan menjadi bersih, sehat dan sampah yang dipilah bisa menambah pendapatan,” jelasnya.
Nunuk menerangkan, BSI Kendal yang selama 12 tahun mengelola sampah telah memiliki 700 nasabah. Tahun 2025, BSI Kendal menjadi binaan FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) dan Pegadaian Peduli melalui program Mengemaskan Indonesia dengan Sampah.
Ia memotivasi warga Rusunawa untuk sadar sampah. Menurutnya, sampah bisa menjadi investasi atau tabungan, dengan catatan sudah terpilah. (ags/adf)










