Jepara  

HMI Jepara dan BEM UAJ Dorong Pemberdayaan Perempuan Muda

BERFOTO: Tampak peserta tengah berfoto bersama usai Sekolah Kartini Berdaya yang digelar HMI Jepara dan BEM UAJ, di Gedung Shima Setda Jepara, Minggu (11/5) lalu. (DOK.HMI JEPARA/JOGLO JATENG).

JEPARA, Joglo Jateng – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jepara berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Al Hikmah Jepara (BEM UAJ) menyelenggarakan Sekolah Kartini Berdaya, di Gedung Shima Setda Jepara, Minggu (11/5) lalu.

Kegiatan ini mengusung semangat edukasi dan pemberdayaan perempuan muda, khususnya kalangan mahasiswi.

Gelaran ini menjadi wadah refleksi perjuangan Kartini, sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan, kewirausahaan dan aktivisme.

Dengan harapan, dapat membangun ekosistem yang mendukung partisipasi aktif perempuan muda dalam bidang sosial, ekonomi dan organisasi.

Ketua HMI Jepara, Andi Setyawan menegaskan, ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan Kartini.

Tetapi juga wujud nyata dari upaya mencetak perempuan tangguh dan mandiri.

“Sekolah Kartini Berdaya diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan mahasiswi. Melalui pemahaman pentingnya memahami apa itu gender dalam prespektif Islam, semangat wirausaha bagi perempuan, sekaligus memperkenalkan Kohati HMI sebagai ruang gerakan perempuan muda di Jepara,” ujarnya, belum lama ini.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UAJ sekaligus Sekretaris HMI Jepara, Ayu Widyawati menyebutkan, kolaborasi ini sebagai representasi wajah baru gerakan mahasiswa.

“Gerakan ini tidak hanya bicara tentang kritik, tapi juga aksi nyata yang memberdayakan. Kami percaya, langkah kecil seperti ini bisa menjadi awal dari perubahan besar bagi Jepara,” ungkapnya.

Sedangkan, kegiatan itu diikuti oleh mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Jepara.

Di antaranya UAJ, Universitas Terbuka, UNISNU Jepara, Politeknik Balekambang, serta Universitas Diponegoro.

Adapun kegiatan itu, diisi dengan seminar bertema pemberdayaan perempuan melalui tiga materi utama.

Pertama, Gender dalam Perspektif Islam oleh Ketua Umum Kohati Badko Jateng-DIY Indah Nur Fadlilah.

Kemudian, Women Entrepreneur oleh pengusaha dan pemilik Aida Catering, Aida Fathia. Terakhir, Pemanfaatan Media TikTok untuk Perempuan oleh influencer muda Jepara, Salma Zuhara.(sam).