Bagi para siswa kelas 11 dan 12, yang diperbolehkan membawa kendaraan, kini diwajibkan untuk menempelkan stiker pada kendaraan mereka, sebagai bagian dari program pengecekan rutin yang dilakukan oleh petugas sekolah. Hal ini terbukti efektif mengurangi jumlah kendaraan di sekolah dan berkontribusi pada pengurangan konsumsi BBM.
Selain itu, program penghematan air juga dilaksanakan dengan memanfaatkan air hujan dan air bekas wudu yang digunakan untuk menyirami tanaman dan mengisi kolam ikan. Terbukti sistem pengelolaan air yang efisien ini telah berhasil mengurangi penggunaan air secara signifikan.
Dalam aspek penghematan energi listrik, SMA Negeri 8 telah memasang panel surya meskipun kapasitasnya masih terbatas. Namun, panel surya ini sudah berhasil mengurangi penggunaan energi listrik dari sumber konvensional, dan beberapa fasilitas seperti pojok pengisian daya untuk siswa kini menggunakan energi terbarukan.
Pihak sekolah juga memanfaatkan teknologi sensor gerak untuk lampu-lampu yang hanya menyala saat ada orang, serta pengaturan suhu AC, di mana suhu diatur paling dingin hanya mencapai 24 derajat celsius.
Selain penghematan energi, program ini juga berfokus pada edukasi dan sosialisasi kepada siswa dan guru. Bahkan, beberapa proyek kelas 12 yang berfokus pada inovasi energi, seperti pembuatan panel surya sederhana dan tempat sampah bertenaga listrik, menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan orang tua. (luk/adf)










