SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang melakukan asesmen khusus bagi siswa kelas 6 yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Semarang.
Asesmen tersebut nantinya menjadi tolak ukur bagi siswa yang ingin mendaftar ke SMP melalui jalur prestasi.
Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Semarang, Aji Nur Setiawan menjelaskan, dulunya jalur prestasi berpatokan pada nilai rapor akademik dan nilai nonakademik seperti piagam kejuaraan, baik tingkat kota maupun internasional.
“Kalau di Kota Semarang ada nilai keaktifan organisasi, misalnya ikut Pramuka, TPQ, itu ada nilainya tersendiri. Namun kemudian ada yang menganggap hal itu kurang fair (adil), karena dasarnya perbandingan nilai rapor yang selama ini standarnya berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Jumat (17/5).
Biasanya, pemberian nilai rapor bagus di sekolah swasta cenderung lebih mudah didapat.
Sebaliknya, di sekolah negeri para guru memberikan nilai lebih ketat.
“Padahal, ketika misalnya anak dari dua sekolah tersebut diberikan satu soal yang sama, belum tentu yang nilai rapornya rendah itu kalah dengan yang nilai rapornya tinggi,” jelasnya.
Maka dari itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia memberlakukan asesmen prestasi sebelum dimulainya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.
Namun, karena perangkat dari kementerian belum siap, maka Disdik Kota Semarang mendahului pelaksanaan asesmen prestasi khusus untuk kelas 6 SD/MI.
Ia menekankan, asesmen prestasi ini bukan bagian dari SPMB jalur prestasi 2025.
Sehingga, diharapkan para orang tua lebih cermat dalam menentukan jenis jalur pendaftaran yang akan diambil.
“Kalau nilai asesmennya kurang, kemudian dia tidak punya prestasi di bidang olahraga atau kesenian, ya sebaiknya jangan memilih jalur prestasi. Karena kalau diperbandingkan dengan yang lain, nilainya jadi lebih rendah dan mungkin tidak lolos,” terangnya.










