PATI, Joglo Jateng – Satuan Samapta (Satsamapta) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menggencarkan kegiatan patroli dialogis di berbagai lokasi yang dianggap rawan terhadap tindakan premanisme dan intimidasi. Salah satu fokus utama patroli adalah Kecamatan Margorejo, yang diidentifikasi sebagai area dengan potensi terjadinya tindakan premanisme.
Dalam kegiatan patroli tersebut, anggota Satsamapta berinteraksi dengan petugas keamanan yang bertugas di berbagai objek vital. Melalui dialog yang konstruktif, polisi menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta menjalin kemitraan untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Kasatgas samapta Kompol Purwito, Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas segala bentuk premanisme. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Pati.
“Kami tidak akan underestimate sekecil apapun potensi gangguan keamanan, termasuk di Pasar Hewan Pragola,” ujar Kompol Purwito.
Dalam kegiatan patroli di pasar hewan, anggota Satsamapta memberikan himbauan kepada masyarakat, baik pedagang maupun pembeli, mengenai bahaya dan dampak negatif dari tindakan premanisme. Dengan kehadiran polisi di tengah-tengah aktivitas pasar, diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya pemerasan atau tindakan intimidasi lainnya.
Upaya pencegahan premanisme juga menyasar wilayah Kecamatan Tambakromo dan sekitarnya. Patroli dialogis intensif dilakukan di lokasi-lokasi yang rentan terhadap praktik pungutan liar (pungli).
“Sesuai arahan Bapak Kapolresta, kami terus melakukan patroli dialogis dan memberikan imbauan secara masif terkait larangan pungli di Kecamatan Tambakromo dan sekitarnya,” kata Kompol Purwito.










