PATI, Joglo Jateng – Banjir rob melanda Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Permukiman warga dan pertambakan di desa tersebut pun terdampak.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi mengungkapkan bahwa ada 36 rumah warganya yang terendam rob. Puluhan rumah itu berada di RT 5 RW 1.
Adapun kedalaman genangan airnya mencapai 60 sentimeter. Kondisi ini disebut sudah berlangsung selama sepekan ini
“Ini sebenarnya sejak tanggal 19 Mei 2025 sudah terjadi banjir rob. Jadi siklus sudah mulai pertengahan bulan tetapi skalanya tidak sebesar tiga hari belakangan ini,” ungkap dia.
Selain permukiman, areal pertambakan di Desa Tunggulsari juga terdampak rob tersebut.
Tercatat ada ratusan hektar tambak yang terdampak.
“Jumlah luasan tambak yang terdampak 107 hektare,” jelas Setyo Wahyudi.
Dia menyebut, kondisi ini pun membuat sebagian petani tambak di desa terpuruk. Pasalnya, ada ikan di tambak petani yang siap dipanen.
“Beberapa petani sudah persiapan memanen di tambaknya. Tetapi beberapa juga masih ada. Tertentu. Tetinggian airnya sudah melebihi tambak sehingga ikan yang keluar tidak bisa kendalikan,” terangnya.
Meskipun demikian, pihaknya belum bisa menghitung secara detail kerugian yang dialami petani tambak di desanya.
Ia hanya memperkirakan kerugian akibat rob ini mencapai miliaran.
“Kerugian belum bisa pastikan karena kita masih didata dari kelompok tani. Karena di sini siklus tebaran tidak bareng ada yang siap panen ada yang baru ditebar. Potensi kerugian angkanya miliaran,” pungkasnya. (lut).










