KUDUS, Joglo Jateng – Warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Dengan rutin membersihkan saluran sungai yang melintasi wilayah mereka. Salah satunya yakni Sungai Dawe.
Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi menyebutkan, perhatian ini lebih difokuskan pada Sungai Dawe. Karena kondisinya yang cukup memprihatinkan, terutama di bagian bibir sungai yang berdekatan dengan jalan raya. Adapun kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong.
“Melibatkan warga, Tim Destana (Desa Tangguh Bencana), serta pihak TNI. Sebagai mitra masyarakat. Fokus utama program ini adalah membersihkan pohon besar. Semak. Dan bambu yang melengkung atau melintang di atas sungai,” jelasnya, kemarin.
Keberadaan elemen-elemen tersebut menghambat aliran air. Dan menyebabkan penumpukan sampah. Kondisi Sungai Dawe, kini menunjukkan gejala abrasi di beberapa titik. Bibir sungai mengalami penggerusan akibat aliran air yang tidak lurus.
“Sehingga beberapa bagian pinggir terkikis dan melebar. Meski kedalamannya masih dianggap normal, namun luas permukaan sungai semakin melebar. Karena tekanan aliran air yang mengikis sisi sungai dari waktu ke waktu. Akhir-akhir ini juga intensitas pembersihan semakin meningkat,” ujarnya.

Hal ini didasari oleh informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Yang memprediksi musim kemarau tahun ini termasuk kategori kemarau basah. Artinya, meskipun kemarau, hujan masih turun dengan intensitas tertentu hingga Agustus mendatang.
“Oleh karena itu, kelancaran saluran air harus dijaga. Agar tidak terjadi genangan atau banjir lokal saat curah hujan tinggi. Meski tidak dilakukan penanaman pohon karena keterbatasan lahan, pemeliharaan saluran sungai tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai lebih efektif dalam jangka pendek. Untuk menjaga aliran air tetap lancar, sekaligus meminimalisir risiko kerusakan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti sinergi. Antara masyarakat, aparat, dan tim siaga desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Semangat gotong royong yang terbangun di sini menunjukkan, pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi merupakan upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tutupnya.(cr9).










