Gelar Dialog Publik, HMI Jateng-DIY Ajak Mahasiswa Kawal Pembentukan Produk Hukum

Suasana dialog publik yang menghadirkan narasumber dari DPRD Jateng, Komisi Yudisial, dan akademisi hukum, diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang di Front One HK Resort Semarang, Jumat (20/6/2025). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya menghidupkan kembali ruang diskusi hukum di kalangan mahasiswa yang selama ini redup.

Hal ini dilakukan dengan forum bertajuk “Dialog Publik Permasalahan Hukum di Indonesia: Tantangan, Pengawasan, dan Upaya Reformasi” yang digelar di Front One HK Resort Kota Semarang, Jumat (20/6/2025).

Forum ini menghadirkan tiga narasumber. Yakni Anggota DPRD Jateng Dwi Yasmanto, Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (KY) Jawa Tengah Muhammad Farhan, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Jember Ahmad Suyono.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang terdiri dari kader HMI, pengurus BEM, dan mahasiswa ilmu hukum dari berbagai universitas di Kota Semarang. Diskusi berlangsung dua arah, diawali dengan pemarapan narasumber dan tanya jawab.

Anggota DPRD Jawa Tengah Dwi Yasmanto sebagai keynote speaker mengapresiasi kegiatan Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Badko HMI Jateng-DI Yogyakarta yang menghadirkan ruang dialog publik terkait persoalan hukum.

Para peserta dan narasumber foto bersama usai Dialog Publik bertajuk “Permasalahan Hukum di Indonesia: Tantangan, Pengawasan, dan Upaya Reformasi” yang digelar oleh Badko HMI Jateng-DIY di Front One HK Resort Semarang, Jumat (20/6/2025). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Menurutnya, diskusi seperti ini merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan demokrasi dan penguatan penegakan hukum di Indonesia.

“Karena hukum adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun dalam praktiknya hukum di negeri ini belum berpihak pada keadilan,” kata Yayan, sapaan akrabnya.

Menurut dia, penegakan hukum saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti dominasi kekuasaan terhadap institusi hukum. Oleh sebab itu pihaknya mendorong mahasiswa berperan aktif dalam melakukan pengawasan demi tegaknya keadilan.

“Peran pengawasan sangat krusial, sehingga partisipasi semua unsur, terutama elemen mahasiswa, sangat penting dalam menjaga marwah hukum dan mengawal reformasi hukum secara subtantif,” ungkap Yayan yang juga Alumni HMI.