KENDAL, Joglo Jateng – Pernyataan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. Tafsir, dalam acara peresmian Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri pada Selasa, 4 Juni 2025, menjadi perbincangan hangat publik.
Pasalnya, dalam sambutannya, Tafsir menyampaikan pandangan yang dinilai sebagian pihak menyentil praktik keagamaan yang umum dijalankan umat Islam di Indonesia.
“Jika Muhammadiyah tidak lahir, umat akan sibuk dengan ziarah kubur, ngurusi zakat 2,5 kilogram, menghafal Al-Qur’an, thoharoh, dan tahlilan,” ujar Tafsir di hadapan undangan.
Pernyataan tersebut langsung menuai respons dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal.
Mereka menilai ucapan itu melecehkan ajaran Islam yang telah mengakar dan dianut mayoritas masyarakat Indonesia.
Dalam sebuah forum resmi bersama MWCNU Kaliwungu, PAC Muslimat NU, dan PAC Fatayat NU pada Minggu (29/6/2025), Ketua PCNU Kendal, KH Muhammad Mustamsikin, memberikan tanggapannya.
“Kami menghormati keberagaman dalam beribadah dan berorganisasi. Namun jika akidah dan amaliah kami mulai disinggung, tentu kami tidak bisa diam,” ujarnya tegas.
Di sisi lain, Dr. Tafsir saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pernyataannya disampaikan dalam konteks internal dan bertujuan membangkitkan semangat warga Muhammadiyah.
“Biasa saja, saya bicara untuk membangun optimisme warga Muhammadiyah. Saya tidak menyebut NU. Kalau dalam acara NU juga sering menyatakan NU paling NKRI, itu juga wajar untuk membangun kebanggaan,” jelasnya, Minggu (29/6/2025)
Lebih lanjut, Tafsir menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyudutkan amalan-amalan seperti ziarah kubur dan tahlilan, bahkan justru mengapresiasi peran NU dalam menjaga tradisi keislaman yang khas Nusantara.
“Umat Islam harus berterima kasih kepada NU karena kebiasaan-kebiasaan itu tetap dijaga. Justru itulah yang membuat orang Jawa dan Nusantara bertahan dengan Islamnya,” tambahnya.
Menurut Tafsir, kehadiran Muhammadiyah justru melengkapi, dengan membawa kultur baru dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang pada masanya belum banyak disentuh umat Islam.(ags)










