Kudus  

Harta Karun Intelektual Nusantara Siap Diungkap, Perburuan Manuskrip Kuno Dimulai dari Kudus

‎‎REMBUKAN: Organisasi pegiat dan peneliti khazanah pesantren sedang berdiskusi membahas peluncuran program Jalantara, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

‎‎Salah satu tokoh utama yang akan disorot dalam kegiatan ini adalah Syaikh Abdul Hamid Kudus. Dirinya seorang ulama besar yang pernah menjadi pengajar di Masjidil Haram dan menulis puluhan kitab klasik.

‎‎“”Selama ini banyak yang mengira beliau berasal dari Timur Tengah. Padahal, beliau putra asli Kudus,” ujar Ketua Panitia Jalantara, Ayung Notonegoro.

‎‎Selain itu, acara Jalantara di Kudus akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pengajian akbar, seminar nasional, dan pameran manuskrip. Serta peluncuran kembali karya-karya Syaikh Abdul Hamid Kudus.

‎‎Selain itu, digelar pula Workshop Jalantara yang membekali peserta dengan keterampilan dalam pelestarian, dan digitalisasi. Serta diseminasi naskah klasik. ”Peserta workshop akan menjadi agen pemuliaan turots di daerah masing-masing,” tegas Ayung.

‎‎Dia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Pemkab Kudus, dan UIN Sunan Kudus. Serta komunitas pesantren dan akademisi lokal.

‎‎”Semoga gerakan ini menjadi pemicu kesadaran bersama untuk merawat warisan keilmuan Nusantara,” pungkasnya. (adm/fat)