KUDUS, Joglo Jateng – Fenomena minimnya jumlah murid baru. Di salah satu Sekolah Dasar (SD) negeri di Kabupaten Kudus, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan. Data menunjukkan, sekolah tersebut hanya memiliki satu peserta didik baru, pada tahun ajaran ini.
Kondisi ini memunculkan berbagai opsi, termasuk evaluasi menyeluruh. Terhadap seluruh jenjang kelas di sekolah tersebut. Mulai dari kelas dua hingga enam. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyatakan, akan melakukan kajian mendalam. Untuk mengetahui penyebab utama minimnya pendaftaran.
“Apakah karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Penurunan jumlah penduduk usia sekolah. Atau adanya kecenderungan orang tua, memilih sekolah lain. Termasuk swasta dan madrasah,” ungkapnya, kemarin.
Hasil evaluasi tersebut, nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil keputusan strategis. Salah satu opsi yang dipertimbangkan, adalah melakukan regrouping. Yakni penggabungan, di mana memiliki jumlah siswa sangat minim dengan sekolah terdekat.
“Agar tetap efisien secara pengelolaan, dan kegiatan pembelajaran. Di sisi lain, kami juga menyiapkan terobosan baru. Dengan merancang konsep sekolah yang lebih menarik. Seperti sekolah berbasis plus. Dengan kegiatan mengaji atau kurikulum khusus,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus berharap, agar seluruh pihak. Baik tenaga pendidik. Orang tua. Maupun pemangku kepentingan. Dapat bersinergi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Dan menjadikan sekolah-sekolah negeri, kembali menjadi pilihan utama.
“Jika sekolah swasta yang berbasis agama, atau sekolah favorit bisa menarik minat. Kenapa sekolah negeri tidak bisa? Kita harus punya inovasi, dan semangat untuk bangkit. Seharusnya sekolah negeri memiliki peluang yang sama,” pungkasnya.(cr9).










