KKN NUSANTARA Apresiasi Kegiatan Dasa Wisma Kepiton sebagai Upaya Penguatan Solidaritas dan Kekeluargaan Antarumat Beragama

KULON PROGO, Joglo Jateng – Di tengah derasnya isu intoleransi dan perpecahan, Padukuhan Kepiton diam-diam menyimpan kisah yang meneduhkan.

Sekelompok ibu rumah tangga dari latar belakang agama yang berbeda berkumpul, bukan untuk membicarakan perbedaan, tetapi untuk merawat kebersamaan.

Melalui kegiatan Dasa Wisma, mereka menenun solidaritas, bukan hanya sebagai warga padukuhan, tetapi sebagai satu keluarga besar.

Pada Jumat, 25 Juli 2025, Kelompok 20 KKN NUSANTARA yang sedang mengabdi di Padukuhan Kepiton, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, menyaksikan langsung bagaimana kegiatan Dasa Wisma di Kepiton menjadi wadah yang menyatukan umat beragama dalam kegiatan yang sederhana namun bermakna.

Perkumpulan Dasa Wisma ini dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu RT 50 Padukuhan Kepiton yang terdiri atas berbagai latar belakang usia dan agama.

Meski berbeda keyakinan, mereka duduk melingkar tanpa sekat, berbincang santai, sesekali diselingi tawa, membahas hal-hal kecil yang ternyata berdampak besar bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 ini berjalan lancar, dibuka dengan sambutan serta pembahasan laporan kas, dilanjutkan dengan pembahasan program Dasa Wisma, rencana kerja bakti akhir pekan, dan rencana kolaborasi dengan Kelompok 20 KKN NUSANTARA.

Tak ada yang terlihat canggung, semua aktif menyumbangkan pendapat dan saling menyemangati.

Acara ditutup dengan makan bersama yang semakin menghangatkan suasana.

“Ternyata bukan sekadar kumpulan ibu-ibu, tapi dari sini kita belajar bagaimana mereka membangun kultur toleransi yang hidup dan tidak dibuat-buat. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari sini,” ujar Ralintya Hasna, Anggota Divisi Acara Kelompok 20 KKN NUSANTARA.

Menurut warga setempat, Ibu Juariyah, Dasa Wisma di Kepiton memang sejak awal terbuka bagi siapa pun.

“Kami enggak pernah pandang bulu, yang penting saling bantu, saling jaga. Kami sudah seperti saudara,” ucapnya sambil tersenyum.

Melihat kekompakan dan kehangatan yang tumbuh dari kegiatan ini, Kelompok 20 KKN NUSANTARA pun tak ragu memberikan apresiasi.

Dasa Wisma Kepiton adalah contoh hidup bagaimana keberagaman bisa dirayakan dengan cara yang sederhana, namun berdampak besar.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa harmoni bukan sekadar wacana, tetapi sesuatu yang bisa diciptakan, dimulai dari dapur, dari obrolan kecil antar tetangga. Dan di Kepiton, itu semua nyata. (*/dzk).