KENDAL, Joglo Jateng – Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kendal, M Faris Maulana, memastikan penggunaan bahan pangan lokal tetap menjadi komitmen dalam pelaksanaan Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kendal.
Menurutnya, sejak program berjalan, kebutuhan telur dan daging ayam untuk menu MBG telah dipenuhi dari hasil peternakan lokal Kabupaten Kendal.
Karena itu, program tersebut tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membuka peluang pasar bagi peternak daerah.
“Alhamdulillah, di Kendal program ini sudah terlaksana sejak lama. Kami menggunakan telur dan daging ayam yang berasal dari peternak Kendal,” ujar Faris, Selasa (23/6/2026).
Saat ini, terdapat 123 SPPG yang telah beroperasi untuk mendukung pelaksanaan Program MBG di berbagai wilayah Kabupaten Kendal.
Namun, pelayanan sementara dihentikan mengikuti masa libur sekolah dan akan kembali berjalan pada awal tahun pelajaran baru.
Faris menegaskan, setelah program kembali berjalan, kebutuhan bahan pangan tetap akan mengutamakan produk peternakan lokal.
Dengan demikian, keberadaan MBG diharapkan terus memberikan manfaat bagi penerima program sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
Dalam penyusunan menu MBG, telur dan daging ayam menjadi sumber protein utama yang rutin disajikan kepada siswa. Telur diberikan rata-rata dua kali dalam sepekan, sedangkan menu ayam juga disajikan dua kali setiap minggu.
Satu hari lainnya diisi dengan sumber protein alternatif seperti ikan dan menu bergizi lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan hal senada.
Hingga saat ini belum ada kebijakan kerja sama secara menyeluruh terkait penggunaan bahan baku lokal, khususnya ayam dan telur, untuk seluruh SPPG di Kendal.
Kendati demikian, sejumlah SPPG telah menjalin kerja sama secara mandiri dengan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan program.
“Jadi, soal kebijakan kerja sama secara total di tingkat kabupaten baru akan dirapatkan Jumat (26/6/2026) lusa,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Rabu (24/6/2026).
Ia menambahkan, pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok Program MBG di Kabupaten Kendal. (ags/gih/rds)










