Kudus  

383 Peserta Ikuti Pembinaan BUMDes Kudus, Fokus pada Ketahanan Pangan Lokal

SAMBUTAN: Kepala Dinas PMD Kudus, Famny Dwi Arfana memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan rapat pembinaan dan temu mitra BUMDes di Aula, Selasa (9/9). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pembinaan dan temu mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama dua hari (9-10/9) di Aula Dinas PMD. Acara ini dihadiri total 383 peserta yang terdiri dari kepala desa, pengurus BUMDes, dan mitra usaha dari berbagai kecamatan.

Pada hari pertama, sebanyak 194 peserta berasal dari Kecamatan Kaliwungu, Kota, Jati, dan Dawe. Sedangkan pada hari kedua, kegiatan diikuti oleh 189 peserta dari Kecamatan Undaan, Mejobo, Jekulo, Bae, dan Gebog.

Kegiatan ini mengangkat sejumlah materi strategis. Di antaranya arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap BUMDes. Adanya koperasi Desa Merah Putih dan penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, seperti pertanian tematik dan peternakan.

Kepala Dinas PMD Kudus, Famny Dwi Arfana menekankan pentingnya sinergi antarpihak dalam menjalankan usaha desa. “Kegiatan ini dalam rangka pembinaan BUMDes dan juga untuk memberikan pandangan dari dinas provinsi terkait sinergi dan kolaborasi ke depan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dana ketahanan pangan 20 persen yang rata-rata mencapai Rp200 juta per desa, menjadi fokus penting dalam upaya membangun usaha desa. Dana ini tidak hanya digunakan untuk penyertaan modal, namun juga untuk berbagai sektor produktif seperti pertanian dan peternakan.

“Kita ingin BUMDes tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tapi bisa gotong-royong membangun desa. Dana ketahanan pangan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk usaha yang berbasis potensi lokal,” tegasnya.

Salah satu mitra BUMDes dari sektor peternakan, Agung Prastowo dari Akbar Jaya Farm menyampaikan komitmennya dalam mendampingi desa-desa dalam usaha kambing perah. Dirinya menjelaskan, dalam peternakan, keuntungan harus dibangun secara bertahap dan konsisten.

“Kami tidak hanya menyediakan bibit, tapi juga SOP perah, perawatan, dan sampai penjualan produknya. Semua dibimbing agar peternakan bisa berkembang berkelanjutan, Yang penting itu komitmen. Kita punya ternak, punya susu, punya anakannya juga. Jadi poinnya lengkap,” paparnya. (uma/fat)