KABUPATEN SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 46 turut berpartisipasi dalam tradisi tahunan Merti Dusun yang digelar masyarakat Dusun Bulusari, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, pada Rabu (22/7/2026).
Tradisi yang dilaksanakan setiap Rabu Kliwon pada bulan Safar ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah Swt. atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keselamatan yang diberikan kepada masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi upaya menjaga kelestarian warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pelaksanaan Merti Dusun berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh warga Dusun Bulusari. Setiap keluarga membawa aneka hidangan dari rumah masing-masing, mulai dari jajanan tradisional, lauk-pauk, hingga tumpeng.
Seluruh hidangan kemudian disusun dan dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Dusun Bulusari, To’at Wahyudi.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Merti Dusun bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
“Melalui tradisi Merti Dusun ini, kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan, semangat gotong royong, serta terus melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar To’at Wahyudi.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang melibatkan perwakilan masyarakat bersama mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 46.
Sarasehan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, berdiskusi mengenai kehidupan bermasyarakat, serta membangun komunikasi yang harmonis antara mahasiswa dan warga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Dusun Bulusari.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan.
Ketua KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 46 Desa Rejosari, Muhammad Malvin Ibrahima, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam tradisi Merti Dusun merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi sarana belajar langsung bersama masyarakat.










