KENDAL, Joglo Jateng – Kabupaten Kendal kembali mendapat kunjungan tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (15–17/9/2025), sejumlah titik strategis menjadi fokus penilaian. Terutama pengelolaan sampah sebagai salah satu indikator utama penghargaan bergengsi di bidang lingkungan tersebut.
Suasana kota pun tampak berbeda. Alun-alun Kendal, Taman Garuda hingga area depan GOR Bahurekso yang biasanya dipadati pedagang kaki lima, kini lengang demi mendukung kelancaran penilaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris Irwanto mengatakan, penilaian Adipura tidak sekadar menilai kebersihan jalan protokol. Tetapi lebih jauh menyasar sistem pengelolaan sampah.
“Kementerian Lingkungan Hidup menilai langsung, bukan berdasarkan pendaftaran. Tahun ini Kendal masuk kriteria dan ditunjuk untuk dilakukan penilaian,” terangnya, Senin (15/9/25).
Menurut Aris, sejumlah kriteria menjadi perhatian. Mulai dari tidak adanya sampah liar, ketersediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga peran aktif bank sampah di masyarakat. Pada 2023 lalu, Kendal sudah meraih Sertifikat Adipura, dan hasil itu menjadi modal menuju target berikutnya, yakni Thropy Adipura.
“Tim akan menilai 36 titik pantau, di antaranya RSUD dr H. Soewondo, pasar dan pertokoan Kendal, terminal angkutan umum, sekolah hingga TPA. Selain itu, juga mencakup lingkungan perairan, perkantoran, serta pengelolaan bank sampah dan TPS3R di beberapa desa,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang ditunjuk adalah Pantai Cahaya PT WSI di Kecamatan Rowosari, serta bank sampah induk dan unit-unit bank sampah di desa. DLH berharap konsistensi pengelolaan sampah ini mampu mengantarkan Kendal kembali mengukir prestasi yang pernah diraih pada 1994 silam.
“Tahun 2023 kita sudah mendapatkan Sertifikat Adipura, semoga di masa kepemimpinan Ibu Tika kita bisa meraih Thropy Adipura,” pungkasnya. (ags/adf)










