Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Aplikasi Pelayanan Publik Diintegrasikan Secara Nasional

SAMPAIKAN: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menghadiri kunjungan kerja spesifik Anggota Komisi II DPR RI dalam meninjau Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Semarang, Rabu (17/9). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan kepada pemerintah pusat agar mengintegrasikan aplikasi pelayanan publik secara nasional. Hal itu lantaran ada beberapa kasus yang ia temui, pada setiap pergantian pimpinan/kepala daerah maka aplikasi yang digunakan untuk pelayanan publik juga turut berganti.

Luthfi menuturkan, untuk mencapai pelayanan publik yang baik, konsistensi merupakan kunci agar praktik baik yang sudah dilakukan, dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan.

Pihaknya berharap agar Jawa Tengah memiliki integrasi pelayanan publik secara nasional sehingga siapapun yang menjabat, baik sekarang dan akan datang, bisa terus sinergi.

“Kami sarankan kepada Komisi II DPR RI untuk didorong kepada Menteri PAN-RB agar nantinya punya pelayanan publik yang terintegrasi secara nasional. Kalau gonta-ganti nanti masyarakat sendiri yang bingung,” terang Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Anggota Komisi II DPR RI dalam meninjau Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Semarang, Rabu (17/9).

TERIMA: Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima cendera mata dari Ketua Tim Komisi II DPR RI Muhammad Toha di Kabupaten Semarang. (HUMAS/JOGLO JATENG)

Ia menambahkan, secara umum kondisi pelayanan umum di Jawa Tengah sudah baik, termasuk mal pelayanan publik di Kabupaten Semarang yang sudah masuk peringkat lima nasional.

“Hal ini menandakan Jawa Tengah terkait pelayanan publik sudah bagus sekali, tinggal kita pertahankan,” jelasnya.

Lanjut Luthfi, fondasi pelayanan publik itu salah satu faktor utamanya adalah sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pihak yang menjadi garda depan pelayanan publik.