Dapur Umum MBG di Jateng Jadi Berkah, Serap Ribuan Kg Beras Petani dan Pekerja Lokal

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan operasional SPPG Polres Semarang atau dapur umum MBG yang berada di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/9/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Jawa Tengah mulai menunjukkan dampak signifikan pada pemberdayaan ekonomi lokal. Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Semarang di Desa Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang, terbukti mampu menyerap tenaga kerja setempat dan hasil panen petani.

Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, menjelaskan bahwa SPPG ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi 3.489 anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui di lima desa sekitar, tetapi juga memberikan efek ekonomi berlipat. Dari 50 karyawan SPPG, sekitar 80% di antaranya adalah warga Desa Kadirejo dan sekitarnya. “Ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Banyak manfaatnya, multi effect kalau saya bilang,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Kapolri dan Gubernur Jawa Tengah.

Selain itu, Riyadi menambahkan, keberadaan SPPG turut menggerakkan sektor pertanian dan peternakan lokal. Setiap hari, rata-rata 200-250 kg beras petani terserap, belum termasuk kebutuhan pokok lain yang dipasok oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kadirejo.

Dalam kunjungannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan operasional SPPG tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Polri telah membangun 617 SPPG di seluruh Indonesia, termasuk 73 di jajaran Polda Jawa Tengah, dengan target mencapai 100 SPPG lagi di Jateng. Secara nasional, program ini diharapkan melayani 2.159.500 penerima manfaat dan membuka 30.850 lapangan kerja baru.

 

Kapolri menekankan pentingnya quality control dan food security dalam setiap tahapan, mulai dari proses memasak hingga distribusi makanan ke sekolah. “Pastikan sampai ke siswa dalam keadaan higienis dan siap saji,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa dari target 3.228 unit SPPG di provinsi tersebut, baru 1.285 unit atau sekitar 39,81% yang telah beroperasi. Pemprov Jateng telah membentuk Satgas dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota serta menggandeng berbagai mitra seperti SPPG Mitra, SPPG TNI, dan SPPG Pondok Pesantren untuk mempercepat pemenuhan target tersebut. Koperasi Merah Putih juga telah diarahkan untuk menyuplai bahan baku. (hms/rds)