Kudus  

Bupati Kudus Turun Langsung Pimpin 174 Personel Bersihkan Selokan Proliman Tanjungkarang

GIAT: Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris memimpin pembersihan gorong-gorong dan saluran drainase di kawasan Proliman Tanjungkarang, Jumat (10/7/2026). (PEMKAB KUDUS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan antisipasi genangan air dan banjir melalui pembersihan gorong-gorong dan saluran drainase di kawasan Proliman Tanjungkarang, Jumat (10/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dengan melibatkan 174 personel yang terdiri atas perangkat daerah, pemerintah desa, instansi pusat, TNI, Polri, serta relawan.

Korve tersebut merupakan rangkaian kegiatan pembersihan drainase yang telah dilakukan sebelumnya sebagai upaya menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal, terutama saat musim hujan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, persoalan banjir harus diantisipasi sejak dini melalui langkah nyata di lapangan. Menurutnya, kondisi sejumlah gorong-gorong yang dipenuhi sedimentasi dan sampah perlu segera dibersihkan agar aliran air tetap lancar.

“Pembersihan gorong-gorong ini merupakan ikhtiar bersama agar saluran drainase kembali berfungsi dengan baik sehingga kawasan Jalur Lingkar Kudus terhindar dari genangan maupun banjir. Ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan pembersihan yang sudah kita lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam karya bakti tersebut. Ia berharap semangat gotong royong terus terjaga sebagai budaya masyarakat Kudus.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air agar hasil kerja bersama ini dapat terus dirasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo menjelaskan, karya bakti tersebut difokuskan untuk mengoptimalkan fungsi drainase di sepanjang Jalur Lingkar Kudus. Area tersebut menjadi salah satu titik rawan genangan.

“Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi genangan air dan banjir di Jalur Lingkar Kudus sekaligus menjaga fungsi drainase agar tetap optimal. Selain mendukung keselamatan pengguna jalan, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi yang kuat antara instansi pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, Polri, serta relawan dalam menjaga infrastruktur dan lingkungan,” jelas Harry. (hms/fat/rds)