Kudus  

Gerakan Pangan Murah Kudus Diserbu Warga, Beras dan LPG Habis Terjual

BINAAN: UMKM binaan Dispertan hadir meramaikan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dispertan, Jumat (10/7/2026). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dispertan, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang digelar setiap Jumat pada pekan kedua setiap bulan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Tak hanya menyediakan beras, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya, GPM kali ini juga menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pelaku UMKM binaan, serta menghadirkan penjualan gas LPG bersubsidi hasil kerja sama dengan Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetyo mengatakan, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan GPM kali ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Sebanyak 40 pelaku usaha binaan Dispertan turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sementara untuk penjualan LPG bersubsidi, pelaksanaan kali ini merupakan yang kedua setelah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan.

“Untuk distribusi gas ini baru kedua kali. Kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan. Tadi kami menyediakan 100 tabung gas dan semuanya habis terjual,” katanya.

Selain LPG, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat adalah beras SPHP, gula, dan minyak goreng. Menurut Didik, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran, sehingga mampu membantu meringankan pengeluaran masyarakat.

“Kalau gula misalnya, di pasaran sekitar Rp 17.500 per kilogram, di sini dijual Rp 16.000. Beras juga lebih murah sesuai ketentuan SPHP dari Bulog. Ini memang bentuk dukungan pemerintah agar kebutuhan pokok masyarakat lebih terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang turut meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Menurut Sam’ani, keberadaan GPM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global, nasional, maupun regional yang berdampak terhadap harga berbagai kebutuhan pokok.

“Dengan adanya dampak ekonomi global, nasional maupun regional, tentu berpengaruh terhadap harga di pasar. Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami berupaya menstabilkan harga. Untuk menjaga inflasi, yang paling penting adalah pasokan tersedia, distribusi berjalan baik, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (uma/fat/rds)