Jepara  

Dari Alpukat Damarwulan hingga Kopi Tempur, Ini Peta Agrowisata Baru Andalan Jepara

KUNJUNGAN: Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DKPP Jepara saat meninjau sejumlah desa du kawasan utara untuk dikembangkan menjadi wisata petik buah, Jum’at (26/9). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng– Pemerintah Kabupaten Jepara mulai melirik sektor agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus pendorong ekonomi kreatif. Sejumlah desa di kawasan utara dipetakan untuk dikembangkan menjadi wisata petik buah, sementara kawasan selatan diproyeksikan untuk komoditas hortikultura lain seperti semangka, melon, dan mentimun.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian DKPP Jepara, Mudhofir, menyebut wilayah utara punya keunggulan dari segi kontur tanah dan ketersediaan air. Kondisi itu membuat masyarakat setempat mulai melakukan budidaya buah-buahan, dari alpukat, kelengkeng, kopi, hingga anggur.

“Nanti misalnya desa A wisata petik buah alpukat, desa B buah kelengkeng, dan seterusnya. Agrowisata ini sifatnya mendukung ketahanan pangan, sekaligus terobosan untuk dijadikan daya ungkit perekonomian,” ujarnya, Selasa (30/9).

Sejumlah lahan yang ditinjau antara lain kebun kelengkeng di Desa Tulakan, anggur di Watuaji, alpukat di Damarwulan, hingga kopi di Tempur. Beberapa lokasi tersebut bahkan sudah mulai dikunjungi pelajar dan wisatawan lokal.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, pengembangan agrowisata tidak hanya soal menambah destinasi wisata, tetapi juga wadah pembelajaran bagi generasi muda.

Ia mendorong pemuda desa terlibat aktif dalam transformasi pertanian berbasis teknologi, inovasi, dan kreativitas. “Muaranya nanti ekonomi kreatif. Potensi desa terangkat, SDM terlebih anak mudanya berdaya, ekonominya juga ikut bergerak,” tandasnya. (oka/gih)