KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo bersama masyarakat setempat merenovasi makam sesepuh. Sebelumnya telah merenovasi lima makam sesepuh di wilayah tersebut. Proyek renovasi ini telah berjalan selama satu bulan dan masih dalam tahap pembangunan atap serta peninggian area makam.
Kepala Desa Tenggeles, Amin Santosa mengatakan, renovasi dilakukan untuk menjaga kelayakan tempat bagi para peziarah. Sekaligus menghormati para leluhur desa.
“Sudah lima makam sesepuh yang direnovasi. Itu termasuk Mbah Jaya Kusumo ini. Dana utamanya dari masyarakat dan donatur. Tapi ada juga stimulan dari APBDes sekitar Rp36 juta,” ujarnya baru-baru ini.
Menurutnya, letak beberapa makam yang berada di dataran rendah menyebabkan area tersebut kerap tergenang air saat hujan deras. Oleh karena itu, dalam renovasi ini dilakukan peninggian hampir satu meter agar tetap aman dan nyaman.
“Kami tinggikan hampir satu meter karena kalau hujan biasanya banjir. Selain itu, bentuknya juga diubah agar lebih terbuka, tidak seperti dulu yang tertutup,” tambahnya.

Renovasi ini juga mempertimbangkan kenyamanan bagi para peziarah. Terutama musafir yang kerap bermalam di area makam.
“Ternyata banyak musafir yang tidur di dalam, jadi sekarang kami desain lebih terbuka. Ke depan juga akan dibuatkan tempat khusus bagi mereka yang ingin menginap,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pernah ada rombongan hingga sepuluh orang yang bermalam di lokasi tersebut. Kini, pengelola makam memberlakukan aturan lebih ketat.
“Kalau mau menginap harus lapor ke pengurus. Jangan sampai seenaknya saja tidur di sana. Kami ingin tempat ini tetap aman dan sesuai dengan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Selain renovasi makam, pembangunan pagar keliling juga tengah berlangsung. Hal ini sebagai upaya menjaga kerapihan dan keamanan area pemakaman.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi. Ini bentuk kepedulian terhadap para leluhur. Tempatnya harus enak untuk didoakan dan dijaga agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (uma/fat)










