KENDAL, Joglo Jateng – Proyek perbaikan dan pelebaran jalan nasional di kawasan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mulai dikerjakan. Aktivitas alat berat di sekitar Jembatan Kalibendo membuat arus lalu lintas di jalur utama itu mulai tersendat sejak Senin (13/10/2025).
Tahap awal pekerjaan dimulai dengan pengerukan bahu jalan di sisi barat jembatan sebagai persiapan pelebaran jalan. Selama proses tersebut, kendaraan roda empat dan truk diberlakukan sistem satu arah. Sedangkan sepeda motor masih bisa melintas dua arah.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, M. Sofyan Effendi mengatakan, kepadatan belum begitu terlihat pada hari pertama. Namun, ia mengimbau pengendara untuk menghindari kawasan tersebut jika tidak terlalu mendesak.
“Kami sarankan pengguna jalan memanfaatkan jalur lingkar Kaliwungu agar tidak terjebak kemacetan. Informasi pengalihan arus juga kami sebar melalui media sosial,” kata Sofyan, Selasa (14/10/25).

Selain itu, lanjutnya, Dishub Kendal juga akan melakukan penyesuaian lampu lalu lintas (traffic light) selama proyek berlangsung.
“Saat pengecoran dimulai, traffic light akan kami ubah ke warna kuning agar kendaraan bisa tetap bergerak dan tidak menumpuk,” terangnya.
Sementara itu, dari pantauan di lokasi, sejumlah pengendara yang melintas mulai merasakan dampak pekerjaan tersebut. Salah satunya Ilyas, yang mengaku terkejut saat melihat adanya alat berat di dekat Jembatan Kalibendo.
“Tadi agak tersendat karena jalur mobil dibuat searah. Untung motor masih bisa dua arah,” ujarnya.
Sebagai informasi, proyek pengecoran jalan di Kaliwungu dilakukan sepanjang 2,37 kilometer, dari Simpang Pantes hingga Simpang Kalibendo. Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam 85 hari, atau hingga akhir tahun 2025, dengan nilai proyek sekitar Rp23 miliar dari anggaran APBN.
Selain pengecoran, proyek juga mencakup pelebaran ruas jalan dari 7 meter menjadi 10 meter, untuk memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan kapasitas jalan nasional. (ags/adf)










