Kendal  

Pastikan Tepat Sasaran, Pemerintah Cek Penyaluran Solar Bersubsidi untuk Nelayan di Kendal

MENINJAU: Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa saat kunjungan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kelurahan Bandengan, Kendal. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah terus berupaya memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan berjalan tepat sasaran. Hal itu menjadi fokus dalam kunjungan kerja Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kelurahan Bandengan, Kendal, Kamis (16/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Tina didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi, serta diterima oleh Kepala DKP Kabupaten Kendal Hudi Sambodo dan Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kendal Agus Priya Kusuma. Sejumlah anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kendal turut hadir dalam pertemuan itu.

Tina meninjau langsung kondisi SPBN yang tergenang air rob serta area sekitar sungai tempat bersandar perahu nelayan. Ia juga mendengarkan berbagai masukan dari nelayan dan dinas terkait mengenai kendala distribusi solar bersubsidi.

Menurut Tina, pemerintah menerapkan sistem Surat Rekomendasi bagi nelayan untuk pembelian solar di SPBN sebagai upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

“Yang sudah berjalan baik akan dipertahankan, dan masukan dari daerah akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan ke depan,” ujarnya.

Selain soal distribusi, Tina juga menerima laporan mengenai keterbatasan jumlah SPBN dan masih terjadinya kelangkaan solar pada periode tertentu. Kondisi rob di kawasan SPBN turut menjadi perhatian karena mengganggu aktivitas pengisian bahan bakar bagi nelayan.

Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan bahwa sejumlah nelayan di Kendal masih menghadapi kesulitan mendapatkan solar. Salah satunya karena kendala administrasi dalam pengurusan Surat Rekomendasi.

“Kami berharap pemerintah pusat bisa membantu mengatasi persoalan ini, termasuk penanganan rob dan sedimentasi di sungai,” katanya. (ags/adf)