5 Kampung Nelayan di Jateng Dapat Suntikan Dana Rp 110 Miliar dari Pusat

Untuk Bangun Dermaga hingga Pabrik Es

SUASANA: Sejumlah perahu milik nelayan usai melaut di pojok laut Kampung Nelayan Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Lima Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Jawa Tengah akan mendapat suntikan dana pembangunan senilai Rp110 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperkuat sarana dan prasarana sektor perikanan tangkap di wilayah pesisir.

Lima lokasi penerima tersebar di Jepara, Pati, Purworejo, dan Kebumen, masing-masing memperoleh alokasi sekitar Rp22 miliar. Dana tersebut akan digunakan membangun berbagai fasilitas seperti dermaga, pabrik es, bengkel kapal, gudang pendingin (cold storage), hingga kios nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menuturkan, dukungan infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing nelayan lokal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi. (LU’LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

“Sejumlah Rp22 miliar itu untuk sarana prasarana, mulai cold storage, pabrik es, dermaga, kantor koperasi, dan unit pengolah untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurut Endi, kebutuhan masyarakat terhadap ikan sebagai sumber protein hewani terus meningkat. Ironisnya, sebagian besar pasokan justru masih bergantung pada nelayan kecil yang menangkap ikan secara tradisional.

“Hampir 70–80 persen ikan yang dikonsumsi masyarakat, seperti pindang, tongkol, tengiri, kembung, dan bambangan, berasal dari hasil tangkapan nelayan kecil,” jelasnya.