Kendal  

Menuju Kendal Digital: Pembayaran Pajak Daerah Bisa lewat Bank Mandiri Online

KERJA SAMA: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan cinderamata ke Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperluas langkah menuju transformasi digital, salah satunya melalui digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah. Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Kendal dan Bank Mandiri di Pendopo Tumenggung Bahurekso, belum lama ini.

Bupati Kendal menyampaikan, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang difokuskan pada kemudahan akses layanan publik.

“Digitalisasi pembayaran pajak daerah bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sekaligus menghadirkan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan adanya berbagai kanal pembayaran online, diharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat dan berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah,” katanya.

Ia menyampaikan, kolaborasi dengan Bank Mandiri diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan penerimaan pajak dan retribusi daerah secara efisien.

“Melalui MoU dan PKS ini, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah semakin tinggi,” ungkapnya.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal, Muhammad Yusuf Ariyanto menjelaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan masyarakat membayar pajak melalui berbagai platform digital milik Bank Mandiri.

“Pembayaran pajak daerah bisa dilakukan lewat layanan perbankan online. Dengan kemudahan ini, partisipasi masyarakat diharapkan meningkat dan berdampak positif bagi pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan menuturkan bahwa sinergi ini merupakan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung percepatan digitalisasi keuangan daerah.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk mempermudah pembayaran pajak, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang transparan dan berkelanjutan di daerah,” jelasnya. (ags/adf)