Kendal  

KKN UIN Walisongo Ikut Sukseskan Sosialisasi Kewaspadaan Dini di Kendal

KENDAL, Joglo Jateng – Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Salamsari dihadiri oleh Bupati Kendal dan berbagai elemen masyarakat.

Pada saat yang sama, tim Posko 17 KKN UIN Walisongo diberi kepercayaan untuk turut menyukseskan kegiatan sosialisasi oleh Kepala Desa Salamsari, Kamin, dengan tema “Sosialisasi Kewaspadaan Dini dalam Rangka Menjaga Kondusifitas Wilayah di Kabupaten Kendal.”.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusifitas di Desa Salamsari.

Mereka bersama perangkat desa bahu-membahu menyukseskan acara sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari SE, MM.

Acara yang digelar di Gedung Balai Desa ini menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman yang dapat mengganggu ketertiban umum, mulai dari isu disintegrasi sosial, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga peningkatan sumber daya manusia dari warga lokal.

Kartika menyampaikan, di tengah kesibukannya ia menyempatkan diri menghadiri sosialisasi di Balai Desa Salamsari.

Pada kesempatan tersebut, ia berdialog langsung dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengembangkan dan membangun desa menjadi lebih baik serta menjaga kondusifitas Kabupaten Kendal.

Untuk mewujudkan kondusifitas wilayah, diperlukan kerja sama berbagai elemen, termasuk aparat keamanan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh unsur TNI dan Polri.

Sosialisasi ini turut diwarnai penyampaian aspirasi dari masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemangku kepentingan setempat, untuk mendukung program-program yang dicanangkan di Kabupaten Kendal.

Ketua Percepatan Pembangunan Kabupaten Kendal, Don Murdiono, turut menyampaikan beberapa program peningkatan sumber daya desa, salah satunya program 1 Desa 1 Sarjana yang memberikan beasiswa kuliah penuh serta keleluasaan bagi penerimanya untuk menentukan pilihan karier setelah lulus.

Ia juga menjelaskan program pemberdayaan Karang Taruna dalam pengembangan UMKM desa, seperti pembudidayaan ikan lele atau ikan sidat agar organisasi Karang Taruna dapat mandiri secara finansial.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa UIN Walisongo juga turut menyampaikan aspirasi. Koordinator Desa Salamsari Posko 17, Ahmad, mengusulkan urgensi pendampingan hukum guna mempermudah Karang Taruna memperoleh akses perizinan pembudidayaan, sebagaimana yang disampaikan Don Murdiono, untuk mendukung visi dan misi Kartika dalam mengembangkan Kabupaten Kendal menjadi lebih maju dan lestari.

Setelah sesi diskusi yang dibuka Kartika dan dilanjutkan oleh pemangku kepentingan Kabupaten Kendal, kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian makanan dan kegiatan bersih-bersih bersama.

Acara berlangsung akrab dengan perbincangan santai antara tim Posko 17, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kendal, serta TNI dan Polri yang hadir. (*/dzk).