Bunda Literasi Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, memperkenalkan program ‘Literasi Kabupaten Jepara yaitu, Goes to BULAN’ atau Rabu Literasi Anak. Dengan tujuan sebagai upaya menumbuhkan budaya baca sejak dini.
Program tersebut mendorong kegiatan membaca bersama setiap Rabu di sekolah dan rumah, pembentukan pojok baca di desa, serta lomba literasi tematik.
“Dalam program ini, kami menekankan untuk membaca bersama selama 15-30 menit di sekolah maupun di rumah, serta melakukan kunjungan Bunda Literasi ke sekolah-sekolah untuk memberi inspirasi,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan literasi di Jepara disampaikan Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Humas Perpustakaan Nasional, Sri Marganingsih. Ia menilai komitmen Pemkab Jepara menjadikan literasi sebagai gerakan nyata patut diapresiasi.
“Festival ini bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang bagaimana membaca bisa menggerakkan seseorang untuk berpikir, berkarya, dan berbuat sesuatu,” ujarnya.
Pada acara tersebut turut diserahkan piala, piagam, dan uang pembinaan bagi pemenang Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2025. Juara I diraih Perpustakaan Barokah Ilmu Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Juara II Perpustakaan Pandansari Desa Kedungcino, Kecamatan Jepara, dan Juara III Perpustakaan Karta Prada Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan.
Festival Literasi Jepara 2025 berlangsung selama tiga hari, 28-30 Oktober, dengan beragam kegiatan seperti bedah buku, gelar wicara, pameran UMKM, hingga bazar buku. Kegiatan juga dirangkai dengan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Jepara, serta penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba perpustakaan desa. (oka/gih)










